Indonesia Rawan Bencana, Pakar ITS Ajak Masyarakat Adaptasi-Tak Salahkan Alam

Hilda Meilisa - detikNews
Kamis, 02 Des 2021 12:14 WIB
Batang kayu yang terbawa banjir bandang di Kota Batu
Ilustrasi bencana (Foto file: Muhammad Aminudin/detikcom)

"Maka tidaklah bijak, saat terjadi bencana, justru kita menyalahkan gempa, gunung meletus, hujannya ekstrem, anginnya kencang, air laut pasang dan sebagainya. Pada akhirnya kita tidak akan pernah tahu kesalahan tersebut dan akan mengulangi kesalahan yang sama berulang-ulang," sesal Amien.

Tak hanya itu, Amien mengatakan Negara Jepang juga mirip dengan Indonesia yang rawan bencana. Namun, penduduk Jepang bisa belajar hingga memahami karakter gempa.

"Negara Jepang persis seperti Indonesia, banyak gempa dan bencana lainnya. Mereka tidak berfikir tentang takdir apalagi azab. Mereka harus bertahan hidup menghadapi gempa. Mereka harus belajar, meneliti, memahami karakter gempa," ungkap Amien.

Salah satu yang dipahami Jepang dan menjadi pemahaman seluruh dunia yakni gempa berulang di tempat yang sama, dengan kekuatan yang sama dan dengan periode ulang yang tertentu.

"Atas dasar karakter gempa tersebut, Jepang membuat alat ukur gempa, membuat bangunan tahan gempa, membuat pondasi yang bisa meredam gempa. Jepang juga memahamkan dan melatih rakyatnya sejak TK dalam menghadapi gempa," jelas Amien.

Hal ini pun memiliki dampak nyata. Misalnya saat terjadi gempa di Jepang, tidak menelan banyak korban.

"Hasilnya nyata, bisa kita bandingkan negara Jepang dan negara kita saat terjadi gempa dan tsunami Aceh korbannya mencapai 200 ribu, tapi di Jepang korbannya tidak lebih dari 20 ribu. Hasilnya juga luar biasa sebab apa yang dilakukan Jepang bermanfaat bagi umat manusia di seluruh dunia," pungkasnya.


(hil/fat)