Indonesia Rawan Bencana, Pakar ITS Ajak Masyarakat Adaptasi-Tak Salahkan Alam

Indonesia Rawan Bencana, Pakar ITS Ajak Masyarakat Adaptasi-Tak Salahkan Alam

Hilda Meilisa - detikNews
Kamis, 02 Des 2021 12:14 WIB
Batang kayu yang terbawa banjir bandang di Kota Batu
Ilustrasi bencana (Foto file: Muhammad Aminudin/detikcom)
Surabaya -

Tak bisa dipungkiri jika Indonesia wilayah rawan bencana. Pakar Geologi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Dr Amien Widodo mengatakan Indonesia bermukim di kawasan tumbukan lempeng yang aktif dan wilayah beriklim tropis.

Hal ini yang menjadikan Indonesia menjadi wilayah rawan bencana. Seperti gempa, tsunami hingga bencana hidrometeorologi.

"Artinya kita bermukim di kawasan rawan gempa, tsunami, likuifaksi, letusan gunung. Pada saat yang sama kita bermukim di kawasan banyak hujan, angin, panas, air laut pasang, ombak besar, yang terjadi berbulan bulan per tahun, juga fenomena el nino, la nina, siklon," papar Amien kepada detikcom di Surabaya, Kamis (2/12/2021).

Jika terjadi bencana, Amien menyebut baiknya masyarakat tidak menyalahkan alam. Namun, masyarakat justru bisa berkawan dengan bencana. Salah satunya, dengan mengenali tanda bencana hingga cara menyelamatkan diri.

"Kejadian-kejadian alam itu sudah ditentukan kadar kekuatannya, periode ulangnya, lokasinya, jalurnya, sebagai bagian dari dinamika bumi yang harus terjadi. Kita harus terus menerus berusaha mengenali itu semua dan beradaptasi dengan keadaan yang ada di sekitar kita," tambah Amien.

Contohnya, jika bermukim di kawasan gempa Magnitudo 6.0, maka sebaiknya membangun rumah harus mengikuti aturan bangunan tahan gempa. Lalu, seluruh masyarakat yang bermukim harus menyiapkan diri terhadap gempa tersebut.

Simak video 'Analisis BMKG terkait Kondisi Cuaca di Lokasi Bencana Alor dan Kota Batu':

[Gambas:Video 20detik]