170 ODHA di Kab Blitar Meninggal Dalam 7 Tahun

Erliana Riady - detikNews
Rabu, 01 Des 2021 17:03 WIB
Dinkes Kabupaten (Dinkes) Blitar
Dinkes Kab Blitar (Foto file: Erliana Riady/detikcom)
Surabaya -

Sebanyak 170 orang dengan HIV/AIDS (ODHA) dilaporkan meninggal di Kabupaten Blitar. Angka itu jumlah komulatif yang tercatat di Dinkes Pemkab Blitar selama 7 tahun.

Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P3M) Dinkes Kabupaten Blitar, Eko Wahyudi mengatakan, sejak tahun 2009 hingga Oktober 2021, tercatat 170 ODHA meninggal dunia. Dari angka itu, baik jumlah pasien maupun ODHA yang meninggal dunia didominasi pria.

"Sejak 2009 sampai Oktober 2021 itu jumlah komulatif sebanyak 1534 orang. Yang dilaporkan meninggal sebelum tahun 2021, sebanyak 170 orang dan angka itu didominasi kaum pria," kata Eko saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (1/12/2021).

Jangka waktu perawatan hingga meninggal dunianya ODHA, menurut Eko, tergantung daya tahan tubuh mereka. Ada yang hanya beberapa bulan setelah terdeteksi terinfeksi virus HIV/Aids mereka meninggal. Namun banyak juga yang mampu bertahan selang beberapa tahun karena semangat hidup yang tinggi.

Sementara data ODHA untuk tahun 2021, lanjut Eko, tercatat ada 60 warga Kabupaten Blitar. Penularan virus mematikan ini didominasi usia 19 - 34 tahun. Dan hubungan seksual dilaporkan sebagai pemicu utama timbulnya penularan. Baik dari hubungan seksual heterogen maupun homoseksual.

"Evaluasi data yang dilakukan setiap tahun, faktor penularan selalu didominasi dari hubungan seksual. Faktor penularan melalui hubungan seksual selalu mendominasi dengan prosentase lebih dari 50 persen," ungkapnya.

Penularan terjadi, tambah dia, karena berganti pasangan tanpa menggunakan pengaman saat berhubungan seksual, sehingga memicu penularan HIV/AIDS. Sedangkan penularan faktor penularan lainnya seperti dari narkoba, jarum, suntik dan penularan dari ibu dan anak.

(fat/fat)