Semut Jadi Biang keladi Matinya PJU di Kota Malang, Kok Bisa?

Muhammad Aminudin - detikNews
Rabu, 01 Des 2021 13:21 WIB
PJU di Jalan Mayjen Sungkono Kota Malang
PJU di Jalan Mayjen Sungkono Kota Malang (Foto: Muhammad Aminudin)
Kota Malang - Penerangan jalan umum (PJU) di Jalan Mayjen Sungkono Kota Malang seringkali mati dan dikeluhkan warga. Ternyata matinya lampu jalan tersebut gara-gara ulah semut. Kok bisa?

Kasi PJU Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang Yani Prasetyo mengatakan semut memang jadi biang keladi matinya lampu Jalan Mayjen Sungkono. Binatang kecil itu masuk ke panel box PJU dan bersarang di dalamnya.

Lama kelamaan, semut tersebut merusak alat-alat yang ada di instalasi panel box seperti Kwh, kontaktor, timer, dan PCB. Tak hanya sekali semut merusak jaringan instalasi.

Yani mengatakan ada faktor yang bisa membuat PJU di Jalan Mayjen Sungkono padam. Yakni, karena masalah teknis dan faktor alam. Dan semut masuk ke dalam faktor alam.

"Ada faktor teknis dan alam. Kalau teknis alat saya rusak, alam itu karena hujan atau pepohonan yang ada binatangnya. Kemudian masuk merusak alat PJU," kata Yani saat ditemui wartawan, Kamis (1/12/2021).

Yani menyebut binatang yang masuk ke peralatan PJU di Jalan Mayjen Sungkono adalah semut. Binatang itu sangat bandel hingga sulit dibasmi

"Binatangnya semut, sangat bandel. Beberapa kali kami basmi, tapi tetap saja ada sehingga merusak bagian timer dari PJU," sebutnya.

Yani mengatakan setiap 40 meter di ruas Jalan Mayjen Sungkono dipasang PJU. Dan beberapa di antaranya diserang semut bandel sehingga kemudian mengalami kerusakan.

"Setiap 40 meter ada PJU. Kalau dihitung sepanjang kira-kira 2 kilometer, ada beberapa yang rusak karena semut tadi," katanya.

Yani mengaku pihaknya sering melakukan pengecekan terhadap PJU di sepanjang Jalan Mayjen Sungkono untuk mengetahui PJU yang mengalami kerusakan sehingga bisa dibenahi.

"Kita sering melakukan kontrol, jika ditemukan kerusakan bisa segera diperbaiki. Sehingga ada penerangan saat malam hari," tegasnya.

Pemotongan ranting pohon seringkali dilakukan, sebagai upaya agar semut tak bisa menjangkau instalasi PJU.

"Kita rajin pangkas ranting pohon yang berdekatan dengan PJU. Agar semut tidak bisa di alat kita (PJU), itu kita lakukan rutin saat pengontrolan," terangnya.

PJU ruas Jalan Mayjen Sungkono disebut seringkali padam, karena gangguan semut bandel. Banyaknya pohon menjadi jangkauan semut dituding sebagai penyebabnya.

"Memang sering di Mayjen Sungkono. Karena semut tadi. Upaya kita, memangkas ranting pohon tadi," pungkasnya. (iwd/iwd)