Kisah Pemain Serial Kolosal Angling Dharma Rela Puasa untuk Lebih Menjiwai

Hilda Meilisa - detikNews
Rabu, 01 Des 2021 10:30 WIB
Kisah Pemain Serial Kolosal Angling Dharma yang Puasa Agar Lebih Menjiwai
Foto: Hilda Meilisa Rinanda
General Manager DLS and Direct Sales Telkomsel Area Jawa Bali, Benny Hamdani mengatakan series ini sudah ditonton lebih dari satu juga pelanggan Telkomsel dalam rentang waktu singkat.

"Baru dua hari dilaunch udah satu juta penonton. Saya yakin para fansnya luar biasa. Telkomsel punya kepentingan memajukan dunia perfilman Indonesia," ungkap Benny.

Benny menambahkan hadirnya serial drama kolosal orisinal 'Angling Dharma' di MAXstream ini merupakan upaya Telkomsel turut melestarikan berbagai kisah sejarah, cerita rakyat, maupun legenda yang merupakan bagian budaya Indonesia.

Kisah rakyat ini dikemas lebih menarik sehingga cerita-cerita tersebut akan terus melekat dengan masyarakat. Kehadiran film ini juga turut memperkaya daftar pilihan konten hiburan di Aplikasi MAXstream, yang dapat dinikmati seluruh masyarakat Indonesia.

Kisah Pemain Serial Kolosal Angling Dharma yang Puasa Agar Lebih MenjiwaiPemain Serial Kolosal Angling Dharma/ Foto: Hilda Meilisa Rinanda

Legenda Angling Dharma sempat menjadi salah satu tayangan televisi paling banyak ditonton pada 20 tahun lalu. Serial drama kolosal ini mengisahkan perpecahan yang terjadi di Kerajaan Malwapati saat dipimpin oleh Prabu Angling Dharma yang dikenal sebagai raja bijaksana dan memiliki ilmu sakti mandraguna.

Perpecahan disulut oleh perseteruan antara Angling Dharma dan Syudawirat dengan latar belakang perebutan tahta. Kisah Angling Dharma sarat akan nilai-nilai perjuangan, kisah cinta dan kasih sayang, serta tanggung jawab yang dapat diberikan kepada rakyatnya.

Serial ini dibintangi pemain-pemain drama kolosal Tanah Air, seperti Afdhal Yusman (Angling Dharma), Choky Adriano (Syudawirat), Diana Dee (Dewi Sekarwangi), hingga Gege Fransiska (Lokahita).

Angling Dharma hadir dalam bentuk serial yang terbagi ke dalam lima episode. Serial ini diharapkan menjangkau generasi muda sehingga mereka dapat lebih mengenal cerita legenda Indonesia.

"Kami berharap penayangan Angling Dharma ini dapat memberikan tontonan yang tidak hanya menghibur, tapi juga mampu memberikan nilai-nilai positif dan edukatif bagi siapa pun yang menontonnya," harap Benny.


(hil/fat)