Suku Tengger Disebut Sudah Ada Sebelum Kerajaan Singasari

M Rofiq - detikNews
Rabu, 01 Des 2021 09:43 WIB
Suku Tengger Disebut Keturunan Terakhir Kerajaan Majapahit
Kawasan Suku Tengger di Lereng Bromo (Foto: M Rofiq/detikcom)
Selain prasasti penanjakan satu, kisah tentang Suku Tengger juga diabadikan dalam prasasti-prasasti peninggalan Majapahit lainnya, seperti Prasasti Walandit dan Prasasti Regulo yang sama-sama dibuat saat pemerintah Hayam Wuruk.

Keberadaan Suku Tengger, kata Eko, juga sudah ada saat Kerajaan Singasari berkuasa di Tanah Jawa. Hal tersebut tertuang dalam Prasasti Sapi Kerep yang ditemukan di sawah milik seorang petani Desa Sapikerep, Kecamatan Sukapura, Probolinggo.

Prasasti itu menceritakan tentang pembangunan 'Sri Rameswarapura' pada masa Kertanegara, yakni sebuah bangunan yang dianggap sebagai bentuk penghormatan (Pendharmaan) kepada Wisnuwardhana.

Baca juga: Suku Tengger Disebut Keturunan Terakhir Majapahit

Kitab Ogeman berisi Suku Tengger sudah ada sebelum Kerajaan SingasariKitab Ogeman berisi Suku Tengger ada sebelum Singasari/ Foto: M Rofiq

Bangunan Sri Rameswarapura ini kemungkinan besar berada di dekat penemuan Prasasti Sapi Kerep, yang masih masuk kawasan Gunung Bromo. "Artinya, saat Kerajaan Singasari berkuasa, yakni pada saat Raja Kertanegara pada tahun 1275 M, sudah ada warga yang mendiami kawasan Tengger-Bromo," ungkapnya.

Bahkan, Eko berani menyebut bahwa Suku Tengger ini usianya lebih tua dari pada Kerajaan Singasari. Hal itu tertuang dalam kitab ogeman, yang menceritakan tentang adanya penghuni di Gunung Argopuro dan Tengger-Bromo.

"Tengger sudah ada sebelum Singasari. Ditulis dalam Kitab Ogeman (Disimpan di rumah). Bahwa di Gunung Argopuro dan Gunung Tengger ada penghuninya. Wong Kalang namanya. Cuma beda aliran, kalau di Tengger Hindu, sementara di Argopuro Budha aliran Tantra Bhairawa. Itu sudah ada sejak abad 8-9 Masehi," tutupnya.


(fat/fat)