30 Ribu Swab Disiapkan Antisipasi Lonjakan COVID-19 Saat Nataru di Kota Malang

Muhammad Aminudin - detikNews
Selasa, 30 Nov 2021 19:11 WIB
tes swab acak di Malang
Tes swab acak akan diberlakukan Pemkot Malang selama libur Nataru (Foto: Muhammad Aminudin)
Malang -

Pemerintah bakal menerapkan PPKM Level 3 saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Dinas Kesehatan Kota Malang akan melakukan swab acak guna mengantisipasi lonjakan kasus COVID-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang dr Husnul Muarif menuturkan hasil rapat koordinasi Forkopimda tes swab antigen secara acak akan diterapkan saat pelaksanaan PPKM Level 3 Nataru.

"Jumlahnya sebanyak 30 ribu swab antigen, untuk dilakukan tes acak saat pelaksanaan PPKM Level 3 Natal dan Tahun Baru," ujar Husnul kepada detikcom, Selasa (30/11/2021).

Distribusi dan penggunaan ribuan tes swab antigen akan melalui Satgas COVID-19 dengan melibatkan tenaga kesehatan di setiap Pos PAM Nataru yang didirikan.

"Ada 30 nakes nanti diterjunkan yang rencananya ada lima Pos PAM. Tetapi kita menunggu keputusan dari kepolisian soal itu. Masing-masing Pos PAM ada enam tenaga kesehatan yang akan melakukan tes swab," beber Husnul.

Menurut Husnul, kebijakan itu akan disosialisasikan oleh Satgas COVID-19 Kota Malang selama 1-10 Desember 2021. Sedangkan pelaksanaannya berlangsung selama masa penetapan PPKM Level 3 pada 10 Desember 2021 sampai 2 Januari 2022.

"Dalam pelaksanaannya, siapa sasaran swab akan bergantung kepada petugas gabungan yang berada di lokasi. Dinas Kesehatan hanya melaksanakan tes saja," tutur Husnul.

Husnul mengaku swab acak dinilai cukup efektif dalam mengantisipasi lonjakan kasus COVID-19. Berdasarkan pengalaman tahun lalu, swab dapat menjaring puluhan orang yang terpapar COVID-19.

"Tahun lalu, jumlahnya kurang dari 50 orang. Memang cukup efektif swab acak dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kasus COVID-19," akunya.

Warga yang bakal menjalani tes acak menggunakan swab antigen itu bila saat diperiksa diketahui tak memiliki aplikasi PeduliLindungi serta tak membawa kartu vaksin.

Termasuk ketika diukur suhu tubuhnya di atas 37,3 derajat celcius. "Sesuai protokolnya, akan dilakukan screening terlebih dahulu. Jika ditemukan positif, maka petugas akan berkoordinasi dengan Satgas daerah asal. Apakah dirujuk atau diputuskan dirawat di fasilitas kesehatan terdekat," pungkas Husnul.

(iwd/iwd)