Bupati Sidoarjo Kawal Pembebasan Lahan untuk Frontage Road Aloha-Gedangan

Bupati Sidoarjo Kawal Pembebasan Lahan untuk Frontage Road Aloha-Gedangan

Suparno - detikNews
Jumat, 26 Nov 2021 10:27 WIB
Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali terus mengawal pembebasan lahan untuk frontage road Aloha-Gedangan. Ia berharap pembebasan lahan selesai secepatnya.
Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali (tiga dari kanan)/Foto: Suparno
Sidoarjo - Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali terus mengawal pembebasan lahan untuk frontage road Aloha-Gedangan. Ia berharap pembebasan lahan selesai secepatnya.

Khususnya untuk ruas di sebelah timur Jalan Raya Aloha hingga belakang Stasiun Gedangan. "Kita ingin proses pembebasan lahan bisa cepat diselesaikan," ujar Muhdlor ketika menghadiri pembayaran pembebasan lahan secara simbolis kepada pemilik lahan di Kantor Kecamatan Gedangan, Jumat (26/11/2021).

Ada 23 bidang termasuk 2 bangunan musala yang sudah proses appraisal (menentukan nilai jual sebuah aset yang dimiliki seseorang) di sebelah timur Jalan Raya Aloha hingga belakang Stasiun Gedangan.

"Sebanyak 14 bidang sudah bersedia menerima proses pembayaran, dan 3 bidang sudah menerima pembayaran. Semua bidang tersebut masuk wilayah Desa Gedangan, Kecamatan Gedangan," jelasnya

"Ketiga warga yang sudah menerima ganti rugi itu yakni atas nama Jidah Supartiningsih, Radi Sardjono dan Siti Ngaisah dengan total pembayaran Rp 3,71 miliar," terangnya.

Gus Muhdlor berharap warga yang tanahnya terkena dampak pembangunan frontage segera menyetujui, agar bisa langsung diproses pembayarannya. Sehingga Dinas Pekerjaan Umum BM dan SDA segera melakukan pembongkaran.

Semakin cepat penyelesaian ganti rugi lahan, semakin baik dan pembangunan frontage road bisa selesai sesuai target.

"Kita berharap warga yang tanahnya terkena dampak proyek pembangunannya frontage road bisa segera menyetujui proses pembebasan lahan. Mengingat ini untuk kepentingan publik. Pembangunan frontage road ini harus segera selesai sampai Buduran. Demi mengurai kemacetan yang sudah lama dikeluhkan masyarakat," pungkas Gus Muhdlor. (sun/bdh)