Ahli Toksikologi Sebut Keunggulan Produk Tembakau Alternatif Yaitu Rendah TAR

Esti Widiyana - detikNews
Selasa, 23 Nov 2021 18:35 WIB
vape
Vape/Foto: shutterstock
Surabaya -

Salah satu kandungan asap rokok bersifat toksik atau racun. Seperti yang disampaikan Dosen Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan Ahli Toksikologi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (Unair), Shoim Hidayat.

"Asap rokok mengandung lebih dari 7.000 bahan kimia yang di antaranya bersifat toksik. Jadi yang menyebabkan sakit itu karena di dalam asap rokok ada bahan-bahan kimia yang bersifat toksik," kata Shoim di Surabaya, Selasa (23/11/2021).

Dalam asap rokok juga terdapat 75 zat yang diketahui dapat berpotensi menyebabkan kanker. Bahan kimia penyebab kanker tersebut disebut sebagai karsinogen. Di antaranya ialah karbon monoksida, benzena, amonia, hingga arsenik.

Ada juga yang mengatakan, di dalam rokok terdapat bahan nikotin. Namun menurut Shoim, masyarakat selama ini keliru mengenai nikotin.

"Zat ini dianggap sebagai biang keladi berbagai penyakit yang diakibatkan dari merokok. Nikotin hanya memberikan efek menyenangkan saat menghisap rokok. Adapun dampak negatifnya, hanya menyebabkan ketergantungan (adiksi). Padahal kandungan berbahaya pada rokok itu ada dalam TAR," ujarnya.

Ia menjelaskan, bagi perokok dewasa tetap bisa mendapatkan asupan nikotin tanpa harus terpapar zat-zat berbahaya secara masif. Yakni dengan produk tembakau alternatif. Seperti produk tembakau yang dipanaskan dan rokok elektrik atau yang biasa disebut vape.

"Kedua produk ini menerapkan konsep pengurangan risiko, karena penggunaannya dengan cara dipanaskan pada suhu di bawah 4.000c, bukan dibakar seperti rokok. Hasil dari penggunaannya pun berupa uap (aerosol). Dengan cara kerja tersebut, produk tembakau alternatif meminimalkan paparan terhadap zat beracun hingga 80-95 persen dibandingkan dengan rokok," jelasnya.

Produk tembakau alternatif atau vape menjadi solusi dalam membantu perokok dewasa, untuk berhenti merokok secara bertahap. Produk tembakau alternatif telah dikedepankan sebagai solusi atas permasalahan rokok di sejumlah negara. Seperti Inggris, Jepang dan Selandia Baru.

"Kalau melihat produk tembakau yang dipanaskan dan rokok elektrik, tidak ditemukan TAR, tapi nikotin tetap ada karena itu penting dibutuhkan oleh perokok untuk beralih," pungkasnya.

(sun/bdh)