Mayapada Hospital Siap Tekan Devisa ke Luar Negeri dengan 7 Layanan Unggulan

Esti Widiyana - detikNews
Selasa, 23 Nov 2021 11:39 WIB
Sebagai RS baru di Surabaya, Mayapada Hospital ingin menekan devisa ke luar negeri untuk berobat. Bahkan sebaliknya, menarik pasien dari negara lain untuk memilih berobat di fasilitas kesehatan di Indonesia, khususnya Surabaya.
Group CEO Mayapada Healthcare, Jonathan Tahir/Foto: Esti Widiyana/detikcom
Selain itu, perawatan pasien COVID-19 telah disendirikan gedungnya dengan non-COVID-19. Bahkan, pihaknya memiliki ruang operasi dengan tekanan negatif, hingga sudah siap mengantisipasi jika terjadi lonjakan kasus usai libur Nataru.

"Di sini kita siap wave berikutnya, kita punya ruang operasi dengan tekanan negatif, karena sangat penting untuk dokter untuk menjamin safety. Karena kalau tidak tekanan negatif, risiko tinggi penyebaran virus dan bakteri. Ini untuk meyakinkan pasien dan dokter bahwa di sini keamanannya terjaga. Untuk COVID-19-nya berkaca dari tahun lalu ada lonjakan dan kita sudah siapkan. Oksigen kita siapkan jangan sampai ada kekurangan," pungkasnya.

Sementara Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan, pihaknya membutuhkan tambahan layanan kesehatan yang bersifat kuratif. Selain itu juga menekan devisa berobat ke luar negeri.

"Bisa meyakinkan calon pasien yang biasanya merasa percaya diri ketika dilayani RS di luar. Ada kecenderungan segmen tertentu ketika mereka berobat ke RS luar negeri. Bisa memberi penguatan keyakinan bahwa dilayani di sini tak kalah baik. Market yang disasar berharap ini akan menjadi bagian dari kebutuhan masyarakat. Berobat ke luar negeri mencapai Rp 34 T angka besar. Devisa itu ga usah ke luar," pungkasnya.


(sun/bdh)