45 Hotel Siap Jadi Akomodasi dalam Wisata Medis Surabaya

Esti Widiyana - detikNews
Selasa, 28 Sep 2021 13:27 WIB
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jatim Dwi Cahyono mengatakan, medical tourism atau wisata medis di Surabaya tepat untuk dimulai. Sebab, terdapat banyak fasilitas yang mendukung wisatawan. Seperti keahlian dokter, RS dan akomodasi.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jatim Dwi Cahyono/Foto: Esti Widiyana/detikcom
Surabaya -

Soft launching wisata medis Surabaya telah dilakukan pada Senin (27/9). Selain ada 17 RS, terdapat 45 akomodasi hotel untuk wisatawan.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jatim Dwi Cahyono mengatakan, medical tourism atau wisata medis di Surabaya tepat untuk dimulai. Sebab, terdapat banyak fasilitas yang mendukung wisatawan. Seperti keahlian dokter, RS dan akomodasi.

"Dan sekarang data-data menunjukkan yang berobat di luar negeri, lebih dari 50 persen dari Jatim, khususnya Surabaya. Jadi ini adalah mengawali. Soft launching satu lompatan ke depan yang bagus sekali untuk satu pilihan tourism, wisatawan bisa datang ke Jatim," kata Dwi kepada detikcom saat ditemui di Hotel Mercure, Selasa (28/9/2021).

Menurut Dwi, masih belum terlalu banyak akomodasi hotel dan restoran. Sebab masih soft launching. Untuk jumlah sementara ada 45 hotel dan 50 restoran.

"Ini seperti uji coba, nanti akan kita susun strateginya dalam satu paket bundling yang menjadikan pengunjung atau yang mengunjungi RS mendapatkan manfaat sebesar-besarnya, dan tidak perlu mengurus semua," ujarnya.

"Operasi atau perawatan medis bisa mendapatkan langsung satu paket berkunjung ke destinasi wisata, hotel, restoran, oleh-oleh. Mungkin dalam satu paket bundling harga yang kompetitif itu menjadi pilihan. Kita sekarang akan berunding menentukan paket-paket bundling dan kesiapan masing-masing operasional. Baik RS, dokter, hotel, restoran, destinasi dan travel agent," tambahnya.

Kemudian hotel sudah dipersiapkan. Mulai dari hotel nonbintang, bintang 1-5 menyiapkan fasilitas yang dibutuhkan. Selain itu, di setiap TV kamar hotel akan dipasang iklan wisata medis.

"Selain di aplikasi, juga hotel dan restoran destinasi menjadi sarana promosi yang bisa dilakukan dengan menampilkan iklan di TV kamar hotel. Seperti program bayi tabung yang luar biasa di Surabaya, banyak operasi yang dilakukan oleh dokter-dokter hebat dan RS bagus, yang mungkin ada orang yang tidak tahu," jelasnya.

Sebab, yang datang ke hotel nantinya bukan hanya wisatawan dari wisata medis. Jadi memberikan informasi kepada wisatawan asing, bahwa di Surabaya terdapat banyak RS dengan pelayanan unggulan dan dokter-dokter hebat.

"Itu tidak hanya pasien yang datang di RS, karena dia sakit. Tapi penting juga kita informasikan kepada wisatawan yang menginap di hotel, kita beri tahu juga keunggulan, apa yang sudah dilakukan dokter-dokter di Surabaya, peralatan-peralatan yang dimiliki itu bisa menjaring. Saya yakin itu bisa memperluas network dari medical tourism ini," pungkasnya.

Simak video 'Anak 12 Tahun Boleh Ngemal Hanya di DKI Jakarta-Surabaya':

[Gambas:Video 20detik]