80 Desa/Kelurahan di Pasuruan Rawan Bencana Hidrometeorologi

Muhajir Arifin - detikNews
Senin, 22 Nov 2021 17:07 WIB
Jalan Tembokrejo Pasuruan Bisa Dilalui Kendaraan diterjang banjir
Banjir di Pasuruan(Foto file: Muhajir Arifin/detikcom)
Pasuruan - Sebanyak 80 desa dan kelurahan di Kabupaten Pasuruan rawan bencana hidrometeorologi. Puluhan desa itu tersebar di 15 kecamatan dari total 24 kecamatan.

"Berdasarkan data historical bencana ada 80 desa dan kelurahan rawan bencana hidrometrologi; banjir, banjir bandang, longsor dan puting beliung. Tersebar di 15 kecamatan," kata Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan Ridwan Harris, Senin (22/11/2021).

Wilayah rawan tersebar di Kecamatan Gempol, Beji, Bangil, Kraton, Pohjentrek, Rejoso, Grati, Winongan, Nguling, Gondangwetan, dan Rembang. Sementara wilayah rawan longsor berada di Gempol, Prigen, Puspo, Tosari, dan Tutur.

Pemkab Pasuruan, sebut Harris, sudah mempersiapkan segala potensi untuk mengantisipasi bencana. Personel dan peralatan sudah disiagakan.

"Cuacanya nggak bisa diprediksi. Tapi pimpinan sudah menertibkan surat edaran kewaspadaan. Pada intinya menyampaikan ke seluruh pemangku kepentingan terutama terkait penanggulangan bencana untuk dapat mengaktifkan personel dan peralatan untuk siaga bencana," terang Harris.

Para camat, lanjut Harris, diharapkan melakukan sosialisasi terkait keadaan cuaca ekstrem, menggalakkan kerja bakti pembersihan saluran di sekitar permukiman hingga melakukan pengurangan batang atau dahan mencegah pohon tumbang.

"Di beberapa kami sudah punya early warning system (EWS), seperti Sungai Welang, Petung dan Kedunglarangan," terang Harris.

Data dari BPBD Kabupaten Pasuruan, Daerah Aliran Sungai (DAS) yang perlu diwaspadai yakni Sungai Rejoso, Petung dan Wrati. "Sungai Welang lebih kondusif karena sudah dilakukan proyek pengendalian banjir proyek oleh BBWS dan Dinas PU Provinsi," pungkasnya. (fat/fat)