Kota Madiun Sosialisasikan Produk Olahan Berbahan Baku Porang

Sugeng Harianto - detikNews
Senin, 22 Nov 2021 13:45 WIB
pemkot madiun
Wali Kota Madiun menikmati pecel dengan nasi beras porang (Foto: Sugeng Harianto)
Madiun - Pemkot Madiun membina UMKM dengan pengenalan menu berbahan non beras unggulan. Pembinaan ini dilakukan dalam rangka mendukung Gerakan Diversifikasi Pangan Lokal.

"Misalnya mengganti tepung dengan bekatul. Yang terbaru, kami sedang mencoba mengawinkan produk hasil olahan porang dengan nasi pecel Madiun (nasi beras Porang),'' ujar Walikota Madiun Maidi kepada wartawan, Senin (22/11/2021).

Menurut Maidi, tanaman porang yang saat ini sedang naik daun dan sentralnya di Kabupaten Madiun bisa diolah menjadi berbagai produk menarik. Salah satunya, beras porang. Tidak hanya rasanya yang enak, tapi juga lebih sehat karena rendah gula.

"Tetangga kita penghasil dan sentralnya Indonesia, saya ingin porang bisa diolah dan jadi produk unggulan di kota. Kalau tamu luar kota bisa mencicipi olahan porang yang tentu diolah dengan benar," kata Maidi.

pemkot madiunPemkot Madiun dukung gerakan diversifikasi pangan lokal (Foto: Sugeng Harianto

Salah satu pelaku UMKM Kota Madiun Retno Indarti (42) di bawah binaan Pemkot Madiun mulai berkreasi dengan membuat makanan olahan berbahan tepung porang. Retno menyadari bahwa olahan makanan berbahan tepung porang belum dikenal luas masyarakat kota Madiun, tetapi dia yakin produk olahan porang akan berkembang dan dikenal masyarakat luas.

"Alhamdulillah ini mulai saya berkreasi membuat menu makanan berbahan tepung porang. Tapi masih proses perlu waktu untuk dikenal luas masyarakat kota Madiun," jelas Retno.

Olahan makanan berbahan baku tepung porang yang diproduksi Retno adalah cendol, jelly, dan tahu. Bahan baku tepung porang dibelinya dari pabrik Porang PT Asia Prima Konjac Madiun.

"Ada saat ini baru cendol yang siap makan kemasan cup juga jelly serta tahu. Untuk harga cendol cup dan jely Rp 6 ribu dan tahu Rp 15 ribu kemasan isi 10 biji," ungkapnya.

Retno menambahkan untuk olahan yang langsung dari umbi porang belum berani karena harus diperlukan penetralisir kandungan asam oksalat yang membuat gatal jika dimakan.

"Sementara ini kita memang memakai tepung karena kalau langsung umbi harus dinetralkan asam oksalat-nya yang membuat gatal kalau dimakan," kata Retno.

"Untuk sementara ini baru lingkungan teman-teman arisan dan ASN Pemkot Madiun. Karena masih butuh waktu pengenalannya," tandas Retno. (iwd/iwd)