Mahasiswa Ini Meninggal Usai Sidang Skripsi, Anak Balitanya Gantikan Wisuda

Amir Baihaqi - detikNews
Minggu, 21 Nov 2021 12:25 WIB
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya), Syaiful Rizal (31) meninggal usai sidang skripsi. Almarhum digantikan anaknya yang masih balita saat wisuda.
Anak dan istri Syaiful Rizal menggantikan wisuda/Foto: Amir Baihaqi/detikcom
Surabaya -

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSurabaya), Syaiful Rizal (31) meninggal usai sidang skripsi. Almarhum digantikan anaknya yang masih balita saat wisuda.

Syaiful meninggal dunia tepat 9 hari setelah sidang skripsi dan dinyatakan lulus. Almarhum merupakan mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Ia diketahui meninggal dunia setelah mengalami pendarahan otak.

Momen wisuda UMSurabaya ke-47 digelar pada tanggal 21 November 2021. Saat proses wisuda, almarhum digantikan anaknya yang bernama Desta dengan Alfi, istrinya.

"Hadirnya Desta adalah kekuatan bagi saya. Sampai saat ini, saya bersyukur masih banyak orang baik di sekeliling yang selalu support. Ada kalanya saya sedih, tapi itu juga tidak boleh berlarut-larut. Saya yakinkan dalam diri saya bahwa setiap kejadian yang terjadi, semoga ada hikmah dan kebaikan yang bisa saya ambil," ujar Alfi, Minggu (21/11/2021).

Menurut Alfi, suaminya merupakan orang yang kuat dan bertanggung jawab. Sebab, meski saat sakit, namun tugasnya sebagai seorang mahasiswa bisa dituntaskan.

"Saya tahu suami saya orang yang kuat dan tidak mudah menyerah, perjuangannya menyelesaikan skripsi bukan hal yang mudah. Ada banyak lika-liku yang dia hadapi, tapi dia merasa harus segera selesai. Karena ia merasa ini adalah tanggung jawabnya," tuturnya.

Rektor UMSurabaya Sukadiono menyebut apa yang telah dilakukan almarhum merupakan teladan. Sebagai apresiasi, pihak kampus memberikan sertifikat penghargaan atas kegigihannya merampungkan studinya.

"Saiful adalah contoh perjuangan yang sebenarnya. Di tengah sakit yang diderita, dia tetap berusaha menyelesaikan studinya. Saiful adalah teladan bagi kita semua," kata Sukadiono.

Simak juga 'Cerita Lika-liku Sandiaga Uno Raih Gelar Doktor dengan IPK Tertinggi':

[Gambas:Video 20detik]



(sun/bdh)