Prof Budi Darma Tutup Usia, Unesa Sampaikan Duka Mendalam

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Sabtu, 21 Agu 2021 11:30 WIB
Kabar duka menyelimuti dunia sastra Indonesia. Sastrawan Prof Dr Budi Darma meninggal dunia pagi tadi.
Ucapan dukacita atas meninggalnya Prof Dr Budi Darma/Foto: Istimewa
Surabaya -

Kabar duka menyelimuti dunia sastra Indonesia. Sastrawan Prof Dr Budi Darma meninggal dunia pagi tadi.

Prof Budi yang juga merupakan Guru Besar Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya (Unesa), tutup usia sekitar pukul 06.00 WIB di RS Islam A Yani, Surabaya.

Rektor Unesa, Prof Dr Nurhasan mewakili keluarga besar Unesa mengatakan, pihaknya sangat merasa kehilangan dan merasakan duka mendalam atas kepergian Prof Budi Darma.

Menurut Nurhasan, Prof Budi adalah sosok yang produktif. Karyanya tersebar di mana-mana. Ada pula belasan buku yang dilahirkan dan ratusan artikel yang diterbitkan di berbagi rubrik media-media nasional.

"Kami semua (warga Unesa) berduka. Seorang senior, guru, sekaligus panutan kami semua telah pergi hari ini. Mohon doanya semoga beliau husnul khatimah," ujarnya di Surabaya, Sabtu (21/8/2021).

Kabar meninggalnya sastrawan besar Prof Dr Budi Darma membuat acara Wisuda UNESA 2021 yang sedang berlangsung tiba-tiba hening. Suasana gembira mendadak duka.

Para pimpinan pun memberhentikan prosesi wisuda sejenak. Lalu, seluruh pimpinan hingga peserta wisuda mengadakan doa bersama atas kepergian guru besar kelahiran Rembang, 25 April 1937 itu.

Semasa hidup, Prof Budi Darma menyabet banyak penghargaan dan sempat mendapatkan penghargaan dari Wali Kota Madya Surabaya saat itu, sebagai warga Surabaya yang berprestasi di bidang sastra. Bahkan penghargaan itu dua kali berturut-turut.

Dari berbagai karyanya yang inspiratif, Olenka (1983) mendapat juara pertama dalam Sayembara Mengarang Roman DKJ 1980 dan sekaligus memperoleh Hadiah Sastra DKJ 1983. Tahun 1984 beliau menerima Hadiah Sastra ASEAN.

Tidak berhenti sampai di situ, Prof Dr Budi Darma juga mendapat penghargaan Sastra Dewan Kesenian Jakarta, SEA Write Award, dan Anugerah Seni Pemerintah RI.

Sebagai akademisi, ia kerap diundang untuk berceramah, mengajar, menguji calon sarjana atau doktor sastra. Baik dalam negeri atau pun luar negeri dan terlibat riset sastra di dalam dan di luar negeri. Pengajar di jurusan Bahasa dan Sastra Inggris ini juga pernah menjabat Rektor UNESA (dulu IKIP) periode 1984-1988.

Nama besar Budi Darma tidak hanya di kampus, tetapi juga dikenal secara nasional, bahkan internasional. Ia seorang penulis dan sastrawan yang berpengaruh dalam perkembangan sastra di Indonesia dengan karya-karyanya seperti Olenka (1983), Raflus (1998), kumpulan cerpen Orang-orang Bloomington (1981) dan masih banyak lagi karya monumental.

"Saya kira Indonesia juga kehilangan seorang sastrawan besar yang berpengaruh," pungkas Nurhasan.

Simak juga 'Mantan Gubernur DKI Jakarta Soerjadi Soedirdja Tutup Usia':

[Gambas:Video 20detik]



(sun/bdh)