Beredar Video Jalan Menuju Wisata Bromo Amblas, Polisi Sebut Itu Hoaks

M Rofiq - detikNews
Kamis, 18 Nov 2021 22:34 WIB
Beredar video jalan menuju wisata Gunung Bromo amblas hari ini. Pihak kepolisian memastikan video yang beredar itu hoaks.
Gambar video hoaks yang beredar/Foto: Tangkapan layar
Probolinggo -

Beredar video jalan menuju wisata Gunung Bromo amblas hari ini. Pihak kepolisian memastikan video yang beredar itu hoaks.

Dalam video yang beredar, tampak tigaperempat jalan amblas. Video tersebut juga diberi tulisan 'jalur wisata Gunung Bromo ambles'.

Namun Choirul Umam, selaku pengusaha bidang transportasi di Wisata Gunung Bromo mengatakan, video tersebut hoaks. Menurutnya, tidak ada jalan amblas hari ini.

"Video jalan amblas menuju wisata Gunung Bromo itu hoaks. Karena untuk hari ini tidak ada jalan amblas menuju Gunung Bromo. Dengan berita hoaks seperti ini membuat wisatawan takut untuk berkunjung ke Wisata Bromo," ujar Umam saat dikonfirmasi, Kamis (18/11/2021).

Pernyataan yang sama disampaikan pihak kepolisian. Kasat Lantas Polres Probolinggo, AKP Ponsen Dadang Martianto mengaku sudah memerintahkan anggota untuk melakukan pengecekan terkait video tersebut. Ia memastikan video itu hoaks. Hingga saat ini arus lalu lintas lancar.

"Mendengar kabar dan melihat video viral di grup medsos, jalan raya menuju wisata Gunung Bromo amblas. Langsung perintahkan anggota dan dibantu dari Polsek Sukapura, untuk mengecek jalan raya amblas, namun tidak ada. Dipastikan video tersebut hoaks, masyarakat jangan gampang percaya berita hoaks. Sampai saat ini arus lalu lintas lancar jalur menuju Bromo dari pintu Kabupaten Probolinggo," kata AKP Dadang.

Ia menerangkan, memang betul ada jalan longsor atau ambrol. Namun itu di wilayah Tosari Kabupaten Pasuruan. Kejadiannya dua hari yang lalu atau pada Selasa (16/11). Cuplikan soal jalan longsor itu juga ada dalam video hoaks tersebut.

Pemerintah Kabupaten Probolinggo dan Polres Probolinggo mengimbau masyarakat untuk tidak gampang percaya pada hoaks. Sehingga tidak ikut menyebarkan berita hoaks.

(sun/bdh)