Jembatan Alternatif Ini Putus Diterjang Banjir Bandang dari Lereng Bromo

M Rofiq - detikNews
Rabu, 17 Nov 2021 13:55 WIB
Jembatan alternatif di Kelurahan Kedung Asem, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo diterjang banjir bandang. Banjir tersebut kiriman dari lereng Gunung Bromo.
Jembatan alternatif di Kota Probolinggo yang diterjang banjir bandang/Foto: M Rofiq/detikcom
Probolinggo - Jembatan alternatif di Kelurahan Kedung Asem, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo diterjang banjir bandang. Banjir tersebut kiriman dari lereng Gunung Bromo.

Jembatan alternatif ini biasa dilintasi warga untuk pergi ke pasar dan sekolah. Banjir bandang di Sungai Legundi terjadi pada Selasa (16/11) pukul 17.00 WIB.

Jembatan tersebut terbuat dari bambu dengan panjang 15 meter dan lebar 1 meter. Jembatan tersebut sering digunakan warga dari 2 blok, yakni Blok Dawuhan dan Blok Pakis Pasar. Karena Jembatan Kedung Asem masih diperbaiki sejak setahun lalu.

Jembatan ini sudah dua kali diterjang banjir bandang. Yang pertama terjadi pada musim hujan tahun lalu.

Warga Kelurahan Kedung Asem, Sulaiman mengatakan, jembatan alternatif digunakan untuk lebih cepat sampai tujuan. Ia berharap pemerintah bisa mempermanenkan jembatan ini, agar bisa difungsikan oleh warga.

"Jembatan ini dua kali sudah ambruk terbawa derasnya arus sungai di saat hujan dengan intensitas tinggi. Kami berharap baik pemerintah daerah maupun Provinsi Jawa Timur, untuk membikin jembatan permanen, agar bisa difungsikan dan bermanfaat bagi warga di sini," ujar Sulaiman saat dikonfirmasi di lokasi, Rabu (17/11/2021).

Pemerintah Kota Probolinggo melalui BPBD mengimbau masyarakat untuk tidak melintas di jembatan yang keamanannya kurang. Karena mengancam keselamatan. Terlebih, sebentar lagi Jembatan Kedung Asem dibuka secara resmi.

"Jembatan yang ambruk merupakan jembatan alternatif warga setempat, karena Jembatan Kedung Asem diperbaiki," jelas Kalaksa BPBD Kota Probolinggo, Sugito Prastyo.

BPBD juga mengimbau masyarakat yang bermukim di sekitar bantaran Sungai Legundi, agar selalu waspada. Karena, curah hujan di Bulan November sampai Februari 2022 mengalami peningkatan akibat fenomena La Nina. (sun/bdh)