Limbah Lemak Sisa Makanan Jadi Penyebab Genangan-Banjir di Surabaya

Esti Widiyana - detikNews
Kamis, 18 Nov 2021 19:47 WIB
lmbah lemakl makanan sumbat selokan dan gorong-gorong
Limbah lemak makanan yang dibersihkan DKRTH/Foto: Istimewa (Pemkot Surabaya)
Surabaya -

Saat hujan deras dengan durasi waktu yang lama, membuat beberapa kawasan di Surabaya tergenang hingga banjir. Salah satu penyebabnya adalah limbah lemak sisa makanan di area tempat makan.

Kepala Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Kota Surabaya, Anna Fajriatin menemukan tumpukan lemak sisa makanan di gorong-gorong di kawasan Tidar. Hal tersebut membuat air tidak bisa mengalir dengan baik, karena tersumbat lemak.

"Saya buka di depan tempat makan di Jalan Tidar itu gaje (Lemak) tok isine, itu lemak sisa makanan. Dibuangnya di situ, ngendap, nggak bisa air itu (Mengalir dengan baik)," kata Anna kepada wartawan, Kamis (18/11/2021).

"Akhirnya tak ambili, tak suruh ngambil. Sak tumpuk itu adalah gajeh yang beku, gajeh yang sudah mengendap. Ya ndak bisa air itu masuk mengalir," tambahnya.

Anna pun meminta kerja sama kepada masyarakat Surabaya jika tidak ingin ada genangan atau banjir di Surabaya. Terutama bagi penjual makanan agar tidak membuang lemak sisa makanan ke saluran air.

Selain lemak sisa makanan, PR DKRTH adalah sampah di pasar. Para pedagang masih banyak yang membuang sisa sayur ke saluran air.

"Dan juga pasar, ini sedikit hati-hati dengan pasar. Saya sampai menurunkan teman-teman yang di pasar bisa 2x lipat orang. Mohon maaf, sisa sayur yang nggak kejual itu dimasukkan di saluran, ini selalu, saya sedih. Kalau sudah mengalir kan juga menghambat," jelasnya.

Termasuk enceng gondok yang menyumbat di kawasan Wiyung. Di saluran air yang tidak terlalu arusnya tidak terlalu kencang, Anna memastikan karena ada enceng gondok. "Ini sudah kami antisipasi dengan alat berat. Seminggu ini kami fokus di daerah Wiyung karena enceng gondoknya banyak, karena air nggak ngalir," ujarnya.

Mengantisipasi tersumbatnya aliran air, pihaknya terus melakukan pembersihan gorong-gorong atau saluran air di Kota Surabaya. Menurutnya, bila terjadi genangan, hal ini dikarenakan curah hujan cukup tinggi dan bersamaan dengan air pasang.

"Sehingga ini juga yang membuat air antri masuk. Tapi kami bersama tim tetap siaga 24 jam, terutama di pintu air, untuk mengontrol lonjakan debit air," pungkasnya.

(fat/fat)