Tawuran Demi Konten, Psikolog: Cerminan Masyarakat Belum Matang Pakai Teknologi

Hilda Meilisa - detikNews
Kamis, 18 Nov 2021 10:59 WIB
Sekelompok remaja pasuruan Rekam Adegan Carok
Tawuran remaja demi konten (Foto: Tangkapan Layar)
Surabaya - Aksi sekelompok remaja tawuran dan membawa celurit viral di media sosial. Aksi ini disebut untuk kepentingan konten. Psikolog angkat bicara melihat peristiwa ini.

Salah satu pengajar psikologi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Margaretha SPsi, PGDiPPsych, GCertEd, MSc mengatakan di usia ini, remaja memang memasuki fase ingin menentukan siapa dirinya di dunia.

Saat disinggung bagaimana jika remaja melakukan kekerasan hanya demi konten, Margaretha mengaku tidak ingin cepat menyimpulkan. Tapi, jika benar hal ini yang terjadi, Margaretha menyebut bisa jadi ini merupakan cerminan masyarakat.

"Saya nggak paham itu konten atau enggak, saya masih berhati-hati menyimpulkan. Misalkan ini benar untuk konten, berarti apa yang dilakukan merupakan cerminan masyarakat yang belum matang menggunakan teknologi. Cuma fokus pada alat tapi dampak videonya nggak dipikir panjang," ujar Margaretha saat dihubungi detikcom di Surabaya, Kamis (18/11/2021).

Di kesempatan ini, Margaretha mengatakan pentingnya masyarakat mengoreksi dirinya terlebih dahulu, membenahi diri, kemudian membantu memberi pemahaman anak-anak agar tidak lagi melakukan kejadian tersebut.

"Membantu anak artinya membantu ekosistemnya. Bukan cuma keluarga tapi masyarakatnya gimana. Ketika dia melihat orang bisa membenci dan memposting ujaran kebencian dengan mudah, anak bisa melakukannya. Lalu, media juga punya peran sebagai contoh pengelolaan teknologi informasi yang benar, manusiawi dan paham hukum," tandasnya.

Sementara itu aksi konten tawuran yang direkam bisa terjadi karena beberapa faktor. Faktor pertama, kebanyakan remaja melakukan sesuatu dari apa yang mereka lihat dan alami.

"Kebanyakan remaja melakukan sesuatu itu cerminan dari masyarakat sendiri. Itu adalah cerminan kita, artinya apa kita tidak bisa menyalahkan remaja. Tapi kita harus berkaca dulu," tambahnya.