Dua Arca Penjaga Ditemukan di Situs Pandegong Jombang

Dua Arca Penjaga Ditemukan di Situs Pandegong Jombang

Enggran Eko Budianto - detikNews
Rabu, 17 Nov 2021 17:17 WIB
situs pandegong
Arca Nandiswara yang ditemukan di Situs Pandegong (Foto: Enggran Eko Budianto)
Jombang -

Tim ekskavasi menemukan dua arca berbahan batu andesit di Situs Pandegong, Jombang. Kedua arca adalah perwujudan Dewa Siwa dan tunggangannya sebagai penjaga bangunan sakral candi aliran Hindu Siwa.

Arca Nandiswara berupa sosok maskulin memakai penutup kepala jenis jatamakuta. Arca ini berhias kelat bahu dan kalung. Terdapat senjata trisula di sisi kanannya. Namun, arca berbahan batu andesit ini ditemukan tidak utuh. Hanya kepala sampai pinggang dengan tinggi 31 cm dan lebar 26 cm.

Lain halnya dengan arca Mahakala yang ditemukan utuh. Arca ini berupa sosok manusia gemuk yang berdiri dengan tangan kanan memegang senjata gada. Tinggi arca berbahan batu andesit ini 63 cm, lebar 30 cm dan tebal 13 cm.

Kedua arca ditemukan di bangunan sisi barat yang menjadi pintu masuk ke bangunan sakral candi di Situs Pandegong. Arca Nandiswara pada relung sisi kanan, sedangkan Mahakala pada relung sisi kiri candi.

situs pandegongArca Mahakala yang ditemukan di Situs Pandegong (Foto: Enggran Eko Budianto)

"Kami temukan arca Nandiswara dan Mahakala sudah menjamin bahwa memang di situlah letak arca-arca berada. Nandiswara di relung kanan, mahalala di relung kiri candi," kata Arkeolog Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim Vidi Susanto kepada wartawan di lokasi ekskavasi, Rabu (17/11/2021).

Ketua Tim Ekskavasi Situs Pandegong ini menjelaskan temuan arca Nandiswara dan Mahakala menjadi salah satu bukti candi yang sedang digali beraliran Hindu Siwa. Kedua arca tersebut biasa dipasang sebagai penjaga pintu ruang sakral candi-candi aliran Hindu Siwa.

"Mahakala posisinya menempati relung sisi kiri candi, lebih ke penguasa waktu, manifestasi Siwa juga. Kalau Nandiswara di relung kanan candi wujud wahana siwa (lembu tunggangan Dewa Siwa), tapi dia disosokkan sebagai manusia," terang Vidi.