Gandeng Komunitas, Polisi Sidoarjo Kejar Target Vaksinasi Lansia

Suparno - detikNews
Rabu, 17 Nov 2021 12:58 WIB
vaksinasi di sidoarjo
Vaksinasi di Sidoarjo (Foto: Suparno/detikcom)
Sidoarjo - Kejar target vaksinasi lansia di Kabupaten Sidoarjo capai 60 persen hingga akhir November 2021. Polisi di Sidoarjo menggelar akselerasi vaksinasi menggandeng komunitas masyarakat.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Kusumo Wahyu Bintoro menjelaskan, saat ini capaian vaksinasi untuk lansia menyentuh angka 58,7 persen.

"Tentu vaksinasi bagi lansia tidak hanya berhenti di angka ini, namun diteruskan hingga angka seratus persen dari target," kata Kusumo di Balai RW Kelurahan Bluru Kidul, Rabu (17/11/2021).

Dia mengimbau, bagi lansia dan warga lain yang belum mendapat vaksin mendatangi gerai vaksinasi yang ada. Sekarang di beberapa titik telah terdapat gerai vaksinasi yang buka 24 jam.

"Kami berharap warga memanfaatkan gerai vaksin yang buka 24 jam. Gerai tersebut untuk memudahkan masyarakat yang belum mendapatkan vaksin, baik itu dosis pertama dan kedua," jelasnya.

Mantan Wakapolresta Bayuwangi ini menambahkan, selain gerai vaksinasi di Sidoarjo 24 jam, pihaknya terus melayani warga untuk memperoleh vaksin dengan mengerahkan vaksinasi keliling untuk menjangkau warga di pinggiran menggunakan armada mobil dan sepeda motor.

"Kami juga menyiapkan kendaraan roda dua untuk layanan vaksinasi di daerah terpencil," jelas Kusumo.

Sementara CEO Plasma Indonesia Gemilang drg Dwi Wahyu Indrawati mengatakan, kali ini dosis yang disediakan sebanyak 200 dosis.

"Vaksinasi yang kita gelar kali ini memang ditujukan untuk kalangan lanjut usia, namun kami juga membuka untuk warga non lansia. Bagi lansia yag mengikuti vaksin juga memperoleh batuan sembako," kata Dwi.

Dwi menjelaskan, vaksinasi untuk lansia memang harus segera memenuhi target karena kalangan ini merupakan skala prioritas program vaksinasi.

"Bagian skrining tentu lebih teliti karena kalangan lansia rentan membawa penyakit penyerta. Sehingga risiko setelah mereka menjalani vaksinasi bisa ditekan lebih rendah," jelas Dwi.

(fat/fat)