Pasca-Pohon Tumbang Tewaskan 3 Orang, Petirtaan Jolotundo Ditutup Sementara

Enggran Eko Budianto - detikNews
Senin, 15 Nov 2021 16:44 WIB
petirtaan jolotundo
Petirtaan Jolotundo (Foto: Enggran Eko Budianto)
Mojokerto - Wisata Petirtaan Jolotundo di Mojokerto ditutup tiga hari usai insiden pohon tumbang yang menewaskan 3 orang. Penutupan sementara objek wisata ini untuk mitigasi agar insiden serupa tidak terulang.

"Petirtaan Jolotundo kami tutup mulai hari ini selama tiga hari. Kembali buka 18 November," kata Kepala Disparpora Kabupaten Mojokerto Amat Susilo kepada detikcom, Senin (15/11/2021).

Amat menjelaskan penutupan sementara wisata Petirtaan Jolotundo untuk membersihkan material pohon tumbang dan bangunan warkop yang ambruk total. Tidak hanya itu, penutupan juga untuk mitigasi yang dilakukan Perhutani.

"Perhutani yang mempunyai alat mengecek kesehatan pohon-pohon di wisata Petirtaan Jolotundo. Pohon-pohon yang rapuh ditebang supaya tidak tumbang seperti kejadian kemarin yang menimbulkan korban jiwa," terang Amat.

petirtaan jolotundoPetirtaan Jolotundo (Foto: Enggran Eko Budianto)

Pengecekan serupa, lanjut Amat, juga dilakukan terhadap objek wisata di Kecamatan Pacet dan Trawas yang menempati lahan Perhutani. Begitu juga warung-warung di sepanjang jalur Mojosari-Trawas dan Mojosari-Pacet.

Antisipasi bencana tanah longsor dan banjir bandang, menurut Amat, juga diterapkan di objek-objek wisata. Pengelola wisata di daerah pegunungan diharapkan menutup lokasi ketika cuaca tidak bersahabat.

"Saat cuaca ekstrem wisata harus ditutup, pengunjung yang di dalam disuruh keluar. Harapan kami semua wisata yang ada melakukan seperti itu. Besok kami bahas bersama BPBD, Perhutani, muspika, pengelola wisata swasta," jelasnya.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto Djoko Soepangkat berpendapat sama. Menurutnya, objek wisata di wilayah Pacet, Trawas, Gondang dan Jatirejo dihantui bencana tanah longsor, banjir bandang dan pohon tumbang.

"Untuk mengantisipasi dini kondisi cuaca buruk tutup saja tempatnya, pengunjung dilarang masuk saat mendung, mau hujan. Kalau sudah terlanjur masuk pengunjung supaya disuruh keluar," tandasnya.

Hujan deras disertai angin kencang membuat sebuah pohon jenis kadutan berdiameter 80 cm tumbang menimpa satu warkop di wisata Petirtaan Jolotundo, Desa Seloliman, Kecamatan Trawas, Mojokerto pada Minggu (14/11) sekitar pukul 16.00 WIB.

Delapan orang yang saat itu di dalam warkop 6x4 meter persegi itu menjadi korban. Terdiri dari 3 orang tewas, 3 korban luka berat dan 2 korban luka ringan. Salah seorang korban tewas adalah Ryan Amim Rizaldi (45), warga Desa Seloliman, pemilik warkop tersebut. (iwd/iwd)