Dikira Mainan, Orok Bayi Ditemukan Mengapung di Aliran Sungai Malang

Muhammad Aminudin - detikNews
Senin, 15 Nov 2021 12:41 WIB
penemuan orok bayi di malang
Orok bayi ditemukan mengapung di sungai di Malang (Foto: Dok. Relawan)
Malang -

Mayat bayi terbuang kembali ditemukan warga di Malang. Mayat bayi itu ditemukan di wilayah Tanjungrejo Gang 14, Sukun, Kota Malang.

Saat ditemukan, jasad bayi tersangkut di aliran sungai. Kondisinya masih utuh, dengan ari-ari yang belum terpotong.

Andika (21), saksi mata yang juga merupakan warga sekitar, menceritakan awalnya ada salah seorang warga hendak memancing di lokasi kejadian pagi itu.

"Saat memancing, warga tersebut melihat mayat bayi tersangkut di bambu-bambu yang ada di sungai. Namun saat itu, mayat bayi tersebut dikiranya adalah mainan," kata Andika kepada wartawan di lokasi, Senin (15/11/2011).

Seketika itu, pemancing tersebut memanggil beberapa warga dan memberitahukan adanya penemuan jasad bayi tersebut.

"Setelah itu, para warga dan pemancing mendekati mayat bayi tersebut. Ternyata benar, itu adalah mayat bayi dan bukan mainan," sambungnya.

Warga kemudian melaporkan adanya penemuan bayi Polsek Sukun. Tak lama, polisi datang ke lokasi bersama tim medis untuk mengevakuasi jasad bayi.

"Tak lama polisi datang, dan langsung membawa mayat bayi itu ke rumah sakit," terang Andika.

Saat ditemukan, Andika mengaku kondisi jenazah bayi itu masih seperti baru saja dilahirkan dan belum membusuk.

"Mayat bayinya kecil, sepertinya dilahirkan prematur. Sedangkan untuk jenis kelaminnya, perempuan," ungkapnya.

Terpisah Kapolsek Sukun, AKP Nyoto Gelar menegaskan, jika jasad yang ditemukan di aliran sungai masih berupa orok bayi.

"Jadi yang ditemukan itu bukanlah mayat bayi melainkan masih berbentuk orok. Untuk usia orok tersebut, diperkirakan masih berusia enam bulan," tegasnya.

Nyoto menambahkan, pihaknya tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap siapa pembuang orok bayi tersebut.

"Kami data dan ambil keterangan dari saksi-saksi yang pertama kali menemukan. Saat ini, kami masih terus melakukan penyelidikan atas kejadian tersebut," pungkasnya.

(iwd/iwd)