Mahasiswa Undika Surabaya Bikin Alat Pengukur Tekanan Ban Motor

Esti Widiyana - detikNews
Sabtu, 13 Nov 2021 18:06 WIB
Pendeteksi angin pada ban kebanyakan hanya ada di mobil. Sedangkan pada motor, kebanyakan orang hanya menggunakan feeling untuk mengetahui apakah ban kempes atau tidak.
Mahasiswa Undika Surabaya, Satria Adi Muhammad/Foto: Esti Widiyana/detikcom
Surabaya - Pendeteksi angin pada ban kebanyakan hanya ada di mobil. Sedangkan pada motor, kebanyakan orang hanya menggunakan feeling untuk mengetahui apakah ban kempes atau tidak.

Melihat hal tersebut, mahasiswa Universitas Dinamika (Undika) Surabaya membuat alat pengukur tekanan ban wireless pada sepeda motor. Inovasi ini dibuat oleh Satria Adi Muhammad, mahasiswa jurusan S1 Teknik Komputer Undika. Tujuannya untuk memudahkan pengendara motor saat controlling udara pada ban.

"Pengukur tekanan ban sepeda motor kebanyakan manual atau menggunakan feeling, tidak seperti mobil. Dengan alat ini, pengendara motor bisa mengecek tekanan atau controlling ban bahkan saat berkendara, karena ada alarm batas minimum," kata Satria saat ditemui detikcom di Kampus Undika, Sabtu (13/11/2021).

Pengukur tekanan ban motor yang menggunakan sensor MPX5700AP ini terdiri dari 3 alat. Yakni dua sensor yang dipasang di ban depan dan belakang, serta satu alat penerima yang digunakan untuk melihat tekanan ban tersebut.

"Dua sensor ban dipasang langsung di pentil sepeda motor, lalu ada satu alat penerima yang akan terus memunculkan angka tekanan ban. Sehingga pengguna motor bisa me-monitoring tekanan ban lewat alat penerima tersebut," ujarnya.

Ia menjelaskan, alat pendeteksi angin ban motor ini dilengkapi dengan wifi lokal yang terpasang di alat penerimanya. Sehingga tidak memerlukan kabel dan terlihat rapih di tempat yang kecil.

Selain itu, terdapat alarm dalam alat ini, yang bisa diatur sesuai dengan keinginan pengguna kendaraan. "Alarmnya akan berbunyi saat kurang dari tekanan ban yang sudah disetel. Misalnya pengguna motor mengatur tekanan ban motor depan 30 yang belakang 35, kalau kurang dari itu alarm akan berbunyi sebagai tanda kalau tekanan ban kurang," jelasnya.

Ke depannya, Adi ingin mengembangkan alat ini menjadi sensor yang lebih kecil. Agar bisa terpasang di semua jenis motor, dan bisa disambungkan dengan smartphone untuk lebih memudahkan.

Ia juga sudah mencoba sendiri alat ini setiap harinya. Alat pengukur tekanan ban sepeda motor ini bisa berjalan dengan baik hingga 10 kilometer.

"Setiap saya coba dan gunakan dari rumah ke kampus sekitar 10 kilometer, alatnya tidak ada masalah dan bisa digunakan dengan baik. Saya berharap alat ini nantinya bisa diproduksi dengan jumlah lebih banyak, agar bisa dimanfaatkan para pengendara motor," pungkasnya. (sun/bdh)