Sanusi Klaim Biro Jodoh Miliknya Sudah Bantu Ratusan Jomblo Dapat Pasangan

Erliana Riady - detikNews
Jumat, 12 Nov 2021 17:39 WIB
Posting-an soal biro jodoh di TikTok mencuri perhatian hingga viral. Biro jodoh tersebut berada di Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar.
Rumah Sanusi (79)/Foto: Erliana Riady/detikcom
Blitar -

Sanusi mengklaim, biro jodoh yang ia buka telah membantu ratusan jomblo hingga mendapat pasangan. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia, yang bertemu Sanusi di beberapa kota.

Warga Desa Sidodadi, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar itu mengaku sudah puluhan tahun mempunyai 'ilmu' di bidang perjodohan anak manusia. Ilmu itu diperoleh saat mengaji di beberapa pondok pesantren. Seperti di Kota Padang, Banten, Surabaya dan seorang Kiai di Sanankulon Blitar yang sudah lama meninggal.

"Wes puluhan tahun lho. Enek ewon uwong, yo atusan pasang. Embuh piro ra tau ngitung (Sudah puluhan tahun lho. Ada ribuan orang, ya ratusan pasang. Tidak tahu berapa tidak pernah menghitung)," katanya kepada detikcom, Jumat (12/11/2021).

Sanusi tidak ingat pasangan yang ia jodohkan dalam waktu belakangan ini. Namun ada sebuah buku yang menjadi saksi bisu. Yang berisi daftar nama, alamat dan nomor HP para tamu.

"Lak wes dadi yo tak suwek jenenge teko kene (kalau sudah jadi pasangan ya tak sobek namanya di buku ini)," bebernya spontan.

Walaupun banyak yang berhasil dijodohkan, namun Sanusi juga mengaku ada beberapa orang yang sudah mendatanginya namun belum juga mendapatkan pasangan hidup.

Ada yang cepat, bahkan saat keduanya bertemu tanpa sengaja di rumah Sanusi. Cocok dan merencanakan tanggal pernikahan. Ada juga yang belum berhasil mendapatkan jodoh walaupun sudah lama meminta Sanusi untuk menolongnya.

"Iki ayune koyo ngene iki yo rung oleh. Wes suwe lak mrene. Due salon yo sugeh, ngajari ngaji ibu-ibu fatayat. Lha sing Papua gelem karo iki, malah dijanjei lak gelem ditukokke truk anyar. Tapi iki panggah ora gelem (Ini cantiknya seperti ini juga belum dapat jodoh. Sudah lama ke sini. Punya salon, ya kaya. Mengajar ngaji ibu-ibu fatayat. Yang orang Papua kemarin mau sama ini. Malah dijanjikan akan dibelikan truk baru kalau mau dilamar. Tapi ini tetap tidak mau)" ungkapnya sambil menunjuk foto wanita berhijab.

(sun/bdh)