Mendengar Cerita Kelam Veteran Banyuwangi Saat Diburu Pasukan Belanda

Ardian Fanani - detikNews
Kamis, 11 Nov 2021 20:12 WIB
Veteran perang kemerdekaan yang berusia 100 tahun masih ada di Banyuwangi. Ia selamat dari kejaran pasukan Belanda dengan bersembunyi di kaki Gunung Raung.
Veteran di Banyuwangi, Suwandi (100)/Foto: Ardian Fanani/detikcom
Banyuwangi -

Veteran perang kemerdekaan yang berusia 100 tahun masih ada di Banyuwangi. Ia selamat dari kejaran pasukan Belanda dengan bersembunyi di kaki Gunung Raung.

Veteran ini yakni Suwandi (100) warga Dusun Sidomulyo, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, Kabupaten Banyuwangi. Dengan jelas, Suwandi mengaku masih ingat perjuangannya saat perang Agresi Militer II tahun 1947.

"Tahun berapa persisnya saya lupa," kata Suwandi membuka ceritanya, Kamis (11/11/2021).

Suwandi menyebutkan, sejak remaja ia sudah menjadi serdadu perang di berbagai tempat. Di antaranya perang di Surabaya, di Jember dan terakhir perang melawan Belanda di Banyuwangi.

Berdasarkan buku sejarah lokal 'Peranan Rakyat Besuki (Jawa Timur) pada Masa Perang Kemerdekaan', Agresi Militer II dimulai tahun 1947. Pada 1948, tentara Indonesia dipaksa untuk meninggalkan kota dan terdesak hingga ke pedesaan.

Kondisi terdesak ini juga terjadi di Banyuwangi. Kala itu, Suwandi bersama veteran lainnya sedang berjuang untuk mengusir militer Belanda, yang mendarat di pesisir Banyuwangi. Regu perlawanan Suwandi dipukul mundur hingga nyaris tak tersisa.

"Belanda datang kami berperang. Karena kalah jumlah dan senjata akhirnya terpaksa mundur," kenang Suwandi.

Suwandi mengaku mundur hingga lereng Gunung Raung. Sementara rekan-rekan veteran lainnya bersembunyi di Alaspurwo dan berenang ke Bali. Militer Belanda terus melakukan pengejaran. Regu perlawanan Suwandi menjadi buron. Selama masa pengejaran ini, banyak pribumi yang ikut menjadi korban.