Harga Minyak Goreng Naik, Diskopindag Kota Malang Dorong Penetapan HET

Muhammad Aminudin - detikNews
Kamis, 11 Nov 2021 12:50 WIB
Harga minyak goreng naik. Perajin keripik tempe di Kota Malang terpaksa mengurangi ukuran keripik dari pada menaikan harga jual.
Kepala Diskopindag Kota Malang M Sailendra/Foto: Muhammad Aminudin/detikcom
Malang -

Diskopindag Kota Malang menyebut, naiknya harga minyak goreng dipicu kenaikan harga minyak dunia. Ekspor minyak goreng membuat stok dalam negeri jadi berkurang.

"Dari provinsi penyampaiannya, minyak goreng jadi komoditi dunia, yang artinya harga internasional mempengaruhi kita, karena apa sebenarnya kita produk, apakah dalam bahan bakunya, minyak sawit atau produk minyak goreng, kita punya pabrik banyak, tetapi kebutuhan internasional ternyata naik," ucap Kepala Diskopindag Kota Malang M Sailendra kepada wartawan, Kamis (11/11/2021).

Dari sana kemudian diduga, para pelaku usaha minyak goreng memilih untuk menjual produknya ke luar negeri. Yang dinilai memperbesar pendapatan dibanding dengan penjualan di dalam negeri.

"Kenaikan ekspor minyak goreng tahun kemarin dibandingkan tahun ini, lebih banyak tahun ini ekspornya. Sehingga devisa kita secara nasional bagus bisa selisih Rp 35 triliun selisihnya itu dari tahun kemarin. Ini kan kadang pusat dilema ekspor kah atau memenuhi kebutuhan dalam negeri," terang dia.

Kenaikan harga minyak goreng disebut bukan hanya terjadi di Kota Malang. Melainkan hampir di seluruh daerah di Indonesia.

"Seluruh daerah mengalami ini (kenaikan harga minyak goreng) semua, tidak hanya di Malang saja. Kami koordinasi komunikasi Diskoperindag Provinsi Jawa Timur apa yang dilakukan," tuturnya.

Pihaknya berharap pemerintah pusat memberikan kebijakan penetapan harga eceran tertinggi (HET) untuk produk minyak goreng. Supaya pihaknya yang berada di lapangan juga lebih mudah dalam mengontrolnya.