Petani Banyuwangi Gelar Bubak Sawah Awali Masa Tanam

Ardian Fanani - detikNews
Rabu, 10 Nov 2021 18:45 WIB
Memasuki masa tanam untuk 2022, para petani di Banyuwangi menggelar tasyakuran Bubak Sawah. Mereka menggelar tasyakuran dekat dengan irigasi pertanian.
Bupati Ipuk hadir dalam Bubak Sawah/Foto: Ardian Fanani/detikcom
Banyuwangi - Memasuki masa tanam untuk 2022, para petani di Banyuwangi menggelar tasyakuran 'Bubak Sawah'. Mereka menggelar tasyakuran dekat dengan irigasi pertanian.

Seperti yang dilakukan petani di Dusun Sere, Desa Bangorejo, Kecamatan Bangorejo, yang menggelar Bubak Sawah di Daerah Irigasi Baru, Dam Sere. Mereka menggelar kenduri di kawasan bantaran Sungai Sere yang kini juga difungsikan sebagai ruang publik karena tempatnya yang apik.

Tampak hadir Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di tengah-tengah mereka. "Semoga hasil tanam bisa melimpah, dan tidak ada halangan apapun termasuk dari serangan hama," kata Bupati Ipuk, Rabu (10/10/2021).

Bubak Sawah atau ada yang menyebut Bubak Bumi adalah tradisi yang dilakukan para petani dalam mengawali musim tanam. Ritual ini dilaksanakan untuk memohon kepada Tuhan agar selama musim tanam, para petani ini dijauhkan dari segala macam persoalan seperti datangnya hama.

Selain ditradisikan untuk mengawali musim tanam, tradisi yang sudah turun temurun ini juga digunakan sebagai perekat rasa persaudaraan. Dalam Bubak Sawah, para petani yang tergabung dalam Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) membawa makanan dari rumah dan saling bertukar makanan.

"Pemkab Banyuwangi terus berupaya membangun jaringan irigasi untuk kebutuhan para petani, termasuk juga sumur bor. Ini sebagai upaya meningkatkan hasil pertanian di Banyuwangi," kata Ipuk kepada detikcom, Rabu (10/11/2021).

Selain itu, Ipuk juga memotivasi para petani, selain meningkatkan produksi pertanian (on farm), petani juga bisa meningkatkan produksi olahan pertanian pascapanen (off farm).

"Produk-produk turunan pertanian juga harus ditingkatkan untuk meningkatkan nilai ekonomis," pesan Ipuk.

Selain menggelar tasyakuran Bubak Sawah, dalam acara tersebut juga diluncurkan kawasan Dam Sere sebagai destinasi wisata. Dam Sere atau yang dulu dikenal sebagai BBU 10 kini didesain sangat menarik. Terdapat beberapa spot foto dan gazebo yang menarik, sehingga menjadi salah satu alternatif wisata di kawasan Bangorejo.

Memanfaatkan sungai di sekitar situ, sejumlah pemuda setempat membuka wisata tubing dan air jeram. "Dam Sere ini sekarang banyak dikunjungi masyarakat, setelah secara kreatif masyarakat setempat membuat sesuatu yang baru di tempat ini," kata Ipuk.