Anis Matta Sebut Indonesia Butuh Peta Baru Karena Pemerintah dan Oposisi Bingung

Anis Matta Sebut Indonesia Butuh Peta Baru Karena Pemerintah dan Oposisi Bingung

Faiq Azmi - detikNews
Rabu, 10 Nov 2021 18:26 WIB
anis matta
Ketua umum Partai Gelora Anis Matta (Foto: Faiq Azmi)
Surabaya - Ketua Umum Partai Gelora Anis Matta berkomentar soal oposisi yang melemah. Menurut Anis, baik oposisi ataupun pemerintahan sama-sama kebingungan menentukan arah Indonesia.

"Partai Gelora sebenarnya tidak ada di pemerintahan, juga bukan oposisi. Karena saya melihat bahwa perbedaan ini sama sekali tidak relevan saat ini. Sebab baik pemerintah maupun oposisi pada dasarnya sekarang ini sama bingungnya menghadapi krisis global yang sekarang sedang kita alami," kata Anis saat mengunjungi Museum HOS Cokroaminoto Surabaya, Rabu (10/11/2021).

Anis menjelaskan saat ini rakyat Indonesia butuh terobosan baru dari pemerintah, namun sampai saat ini belum terealisasi. Anis menyebut, Partai Gelora merupakan alternatif yang bisa menemukan peta baru menuju Indonesia 5 besar dunia.

"Jadi menurut saya yang kita perlukan saat ini satu terobosan baru, satu narasi baru, satu peta jalan baru bagi Indonesia. Dan inilah sekarang kita gagas di sini, bukan soal koalisi, oposisi," kata Anis.

"Sebagai bangsa, yang kita perlukan adalah satu terobosan baru dan ide tentang 5 besar dunia. Itu adalah upaya untuk membuat satu cita-cita nasional baru, baru kita rumuskan peta jalannya menuju ke situ. Saya kira kita sedang menghadapi kontraksi sejarah saat ini, dan ini waktunya kita cari peta jalan baru menuju tujuan baru itu tadi, menjadikan Indonesia 5 besar dunia," sambungnya.

Dalam kunjungannya ke Surabaya, Anis mengaku tujuannya untuk menyapa kader dan memperingati Hari Pahlawan. Selain mengunjungi Museum HOS Cokroaminoto, Anis juga berziarah di makam Bung Tomo.

"Napak tilas kami Partai Gelora di 34 provinsi, saya datang ke makam Bung Tomo, berkunjung ke rumah Cokro, ini semua dalam rangkaian membangun kembali nilai-nilai kepahlawanan, semangat pahlawan, terutama ketika saat ini menghadapi krisis. Pesan penting napak tilas ini jangan pernah kita mengkhianati perjuangan para pahlawan, jangan mengkhianati amanat bangsa," ujarnya .

"Kedua, di rumah Cokro ini, bahwa tugas seorang pemimpin adalah melakukan hal yang benar, dalam sejarah kemerdekaan kita. Apa yang dilakukan HOS Cokroaminoto adalah hal yang benar, walaupun pada saat itu tampak kecil saja, tapi beliau meletakkan satu fondasi, dari sebuah bangunan republik, banyak menyatukan elemen-elemen suku bangsa yang terdiri dari banyak kerajaan, menjadi satu Indonesia," sambungnya.

Anis menambahkan, semangat juang dari HOS Cokroaminoto ingin ia warisi di Partai Gelora. Dengan meneladani sosok HOS Cokroaminoto, ia berharap Indonesia bisa lebih baik dengan segala potensi yang ada.

"Saat ini Indonesia anggota G20, artinya ini bukan kelas yang kecil untuk ukuran tingkat kesejahteraan di antara seluruh dunia. Apalagi presiden kita giliran memimpin G20, saya kira potensi Indonesia lebih besar dari rangking kita saat ini secara global," tegasnya.

"Di saat dunia krisis, saya rasa Indonesia punya potensi untuk take the lead, ambil posisi kepemimpinan yang lebih besar dan kita bisa menciptakan lompatan lebih jauh. Kalau ada cara memaknai semangat dari Cokro dalam membangun ekonomi pribumi saat itu, maknanya bagi kita sekarang, dengan semangat yang sama bagaimana Indonesia menjadi kekuatan nomor 5 di dunia," tandas Anis. (iwd/iwd)