Museum Hasyim Asy'ari di Jombang Gambarkan Sejarah Islam Nusantara

Enggran Eko Budianto - detikNews
Rabu, 10 Nov 2021 16:12 WIB
Museum Islam Indonesia Hasyim Asyari (Minha) di Jombang, yang diresmikan Presiden Jokowi akhir 2018, baru dibuka untuk wisata. Museum di kawasan wisata religi Makam Gus Dur ini dibuka akhir pekan saja.
Museum Hasyim Asy'ari di Jombang/Foto: Enggran Eko Budianto/detikcom
Surabaya -

Museum Islam Indonesia Hasyim Asy'ari (Minha) di Jombang mulai dibuka untuk wisata setiap akhir pekan. Museum di kawasan Makam Gus Dur ini memamerkan ratusan koleksi tentang sejarah Islam Nusantara.

Kurator Minha, Bondan Kanumoyoso mengatakan, museum yang pembangunannya digagas Adik Gus Dur, KH Salahuddin Wahid ini memamerkan tinggalan-tinggalan arkeologi sejarah masuknya Islam ke Indonesia. Kemudian bukti-bukti sejarah perkembangan tahap awal Islam ke seluruh penjuru nusantara dari abad 17-18.

"Sampai abad 19 bagaimana jaringan intelektual berkembang di masyarakat Islam, juga bagaimana literasi masuk ke pesantren-pesantren. Kemudian pesantren sebagai kekuatan yang membangun ke-Indonesiaan kita, karena mereka yang mengenalkan berbagai teks ke masyarakat yang mencerahkan. Hingga masuk abad 20 dunia pergerakan nasional sebenarnya diinspirasi kekuatan Islam. Kemudian muncul sebagai gerakan kebangsaan," kata Bondan kepada wartawan di lokasi, Rabu (10/11/2021).

Saat ini, Minha mempunyai 112 koleksi. Terdiri dari berbagai naskah kuno, artefak, mata uang Islam, prasasti, kitab-kitab kuno dan lainnya. Museum ini juga memajang barang dan kitab peninggalan tokoh pendiri NU, KH Hasyim Asy'ari.

Bondan menjelaskan, Minha mengusung tema besar Islam yang membawa berkah bagi alam semesta. Sebagaimana ajaran yang dipahami kalangan nahdliyin, Islam berkembang menjadi bagian pembentuk karakter bangsa.

"Karakter Islam yang berkembang sangat menghargai keberagaman, menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi. Ada representasi bagaimana Islam berkembang, kemudian dianut dan diamalkan masyarakat di setiap wilayah Indonesia," jelasnya.

Ke depan, kata Bondan, koleksi Minha akan terus ditambah. Koleksi museum di kawasan Ponpes Tebuireng, Desa Cukir, Kecamatan Diwek, Jombang ini diharapkan menimbulkan interaksi dengan para pengunjungnya.

"Masyarakat bukan hanya melihat dan menyaksikan, tapi mereka juga bisa menyampaikan apa yang mereka fikirkan tentang Islam, dengan cara berinteraksi dengan koleksi di museum. Bisa dilihat azan dari berbagai masjid dari Sumatra sampai Papua, karena azan dilantunkan berbeda-beda," terangnya.

Minha berdiri di atas lahan Pemkab Jombang seluas 4,9 hektare. Museum ini dibangun tahun 2014-2017, menelan biaya Rp 65 miliar dari Kemendikbud Ristek.

Minha diresmikan Presiden Jokowi pada 19 Desember 2018, tapi baru dibuka hari ini bertepatan dengan Hari Pahlawan. Itu pun khusus akhir pekan saja karena di tengah pandemi COVID-19.

(sun/bdh)