Museum Islam Indonesia Hasyim Asy'ari Dibuka untuk Wisata

Enggran Eko Budianto - detikNews
Rabu, 10 Nov 2021 14:50 WIB
Museum Islam Indonesia Hasyim Asyari (Minha) di Jombang, yang diresmikan Presiden Jokowi akhir 2018, baru dibuka untuk wisata. Museum di kawasan wisata religi Makam Gus Dur ini dibuka akhir pekan saja.
Museum Hasyim Asy'ari dibuka untuk wisata/Foto: Enggran Eko Budianto/detikcom
Jombang - Museum Islam Indonesia Hasyim Asy'ari (Minha) di Jombang, yang diresmikan Presiden Jokowi akhir 2018, baru dibuka untuk wisata. Museum di kawasan wisata religi Makam Gus Dur ini dibuka akhir pekan saja.

Seremoni pembukaan Minha dilakukan Pengasuh Ponpes Tebuireng KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat dan Direktur Pelindungan Kebudayaan Kemendikbud Ristek, Irini Dewi Wanti.

"Sebelumnya kami diskusikan dengan Kemendikbud agar museum bisa dibuka untuk melayani masyarakat. Akhirnya kami sepakati 10 November ini museum dibuka untuk umum," kata Gus Kikin kepada wartawan di lokasi, Rabu (10/11/2021).

Untuk sementara waktu, lanjut Gus Kikin, Minha hanya dibuka setiap akhir pekan saja. "Nantinya akan kami kembangkan terus sampai pandemi COVID-19 usai bisa kami layani full semua," terangnya.

Minha berdiri di lahan milik Pemkab Jombang seluas 4,9 hektare. Museum Islam ini dibangun tahun 2014-2017 menelan anggaran Rp 65 miliar dari Kemendikbud Ristek. Minha lantas diresmikan Presiden Jokowi pada 19 Desember 2018.

Bangunan Minha terdiri dari 4 lantai. Tiga lantai untuk ratusan koleksi dan satu lantai untuk kantor. Koleksi berupa kitab kuno hingga barang-barang pribadi milik pendiri NU KH Hasyim Asy'ari, dipajang di lantai bawah sampai lantai tiga.

Direktur Pelindungan Kebudayaan Kemendikbud Ristek RI Irini Dewi Wanti menjelaskan, Minha diharapkan menjadi sarana edukasi masyarakat. Yaitu tentang sejarah Islam di Indonesia sebelum maupun sesudah kemerdekaan RI.

Lokasinya di kawasan Ponpes Tebuireng, menjadikan Minha sebagai media belajar para siswa dan santri. Juga berada di kawasan wisata religi Makam Gus Dur, sehingga diharapkan bisa menjadi daya tarik masyarakat luar Jombang.

"Tentunya selain keberadaannya di tengah kompleks Ponpes Tebuireng, peruntukannya adalah untuk mempelajari Islam di Indonesia," pungkasnya. (sun/bdh)