Polisi Jemput Bola Urus Dokumen Kendaraan Warga yang Hilang Saat Banjir

Muhammad Aminudin - detikNews
Selasa, 09 Nov 2021 20:03 WIB
polisi bantu warga mengurus dokumen yang hilang saat banjir bandang
Polisi bantu warga mengurus dokumen yang hilang saat banjir bandang (Foto: Muhammad Aminudin)
Kota Malang - Banjir bandang membuat harta benda warga, termasuk dokumen penting hilang atau rusak. Polisi melakukan jemput bola dalam membantu pengurusan dokumen kendaraan yang hilang akibat banjir bandang.

Kehadiran anggota Satlantas Polresta Malang Kota di Jalan Jaksa Agung Suprapto RT07/RW06, Kecamatan Klojen, Kota Malang, atau Kampung Putih disambut gembira warga yang terdampak banjir.

Satu per satu pencatatan dokumen yang hilang kemudian dilakukan di rumah ketua RT setempat. Sujono, salah satu warga mengaku saat kejadian tempat tinggalnya teredam banjir bercampur lumpur. Sebagian harta bendanya hilang, termasuk STNK, KTP serta dokumen lain.

"STNK sama KTP saya hilang karena banjir," kata Sujono kepada detikcom di lokasi, Selasa (9/11/2021).

Sujono bersyukur polisi datang untuk membantu pengurusan dokumen kendaraan miliknya yang hilang tersebut.

"Saya berterima kasih sudah dibantu mengurus STNK," ucapnya.

Sujono juga menunjukkan motor Yamaha Vega di mana STNK-nya disebut hilang terbawa banjir. Motor itu diparkir tepat di halaman rumahnya. Kapolresta Malang Kota AKBP Budi Hermanto melalui Kasat Lantas Polresta Malang Kota AKP Yoppi Anggi Khrisna mengatakan jemput bola dilakukan untuk meringankan warga terdampak banjir dalam pengurusan dokumen kendaraan yang rusak atau hilang.

"Kami dari Satlantas Polresta Malang Kota memiliki inisiatif yaitu melakukan kegiatan jemput bola kepada warga masyarakat di wilayah Kota Malang yang terkena banjir karena ada beberapa warga yang dokumennya hilang seperti SIM, STNK, maupun BPKB," kata Yoppi.

Yoppi mengaku tim terdiri dari Satlantas, Satreskrim dan SPKT (Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu) diterjunkan untuk mendata dokumen kendaraan warga terdampak banjir yang hilang atau rusak.

"Jadi, kami membantu warga untuk pengurusan dokumen tersebut, sehingga kita buat duplikasinya. Tim saat ini mendatangi rumah warga terdampak untuk melakukan pendataan," akunya.

Yoppi juga mengungkapkan, pengurusannya cukup mudah, karena seluruh proses akan ditangani oleh tim jemput bola Satlantas Polresta Malang Kota.

"Untuk pendaftarannya, akan dikumpulkan semua dan untuk laporan kehilangan dan cek fisik, akan dilakukan langsung di lokasi," ungkapnya.

Menurut AKP Yoppi, warga terdampak cukup membawa beberapa persyaratan, yaitu surat pernyataan korban banjir yang diketahui oleh lurah, KTP, dan surat pernyataan pemilik.

"Jika cek fisik kendaraan harusnya didatangkan ke samsat maka kami yang ke rumah warga," sambungnya.

Hingga saat ini, tim jemput bola Satlantas Polresta Malang Kota masih mendatangi warga terdampak luapan banjir sungai Brantas untuk melakukan pendataan. (iwd/iwd)