Ratusan Santri-Kiai di Ponpes Kediri Gelar Tradisi Liwetan

Andhika Dwi - detikNews
Minggu, 07 Nov 2021 22:32 WIB
Ratusan Santri-Kiai di Ponpes Kediri Gelar Tradisi Liwetan
Foto: Andhika Dwi
Kediri -

Menutup rangkaian Hari Santri 2021 dan Maulid Nabi Muhammad SAW, ratusan santri, kiai dan pengasuh pondok pesantren di Kediri menggelar tradisi Liwetan. Tradisi Liwetan merupakan sebuah tradisi makan nasi bersama-sama di atas daun pisang, lengkap dengan lauknya.

Tradisi Liwetan ini digelar di Aula Ponpes Al Amien Kediri. Kegiatan ini dihadiri pengasuh pondok pesantren. Di antaranya, Gus Lik, Gus Reza, KH Abu Bakar Abdul Jalil, serta pengurus cabang dan ranting NU se-Kota Kediri.

Kegiatan Liwetan di kalangan pondok pesantren sempat vakum saat pandemi COVID-19 dan Kota Kediri berada di PPKM Level 4. Namun karena saat ini COVID-19 sudah menurun, maka Tradisi Liwetan kembali digelar.

Pada Tradisi Liwetan, para santri dan pengasuhnya makan bersama sambil duduk lesehan. Nasi Liwetan ini terdiri lauk pauk ayam, telur, sayur urap, dan sambal goreng. Tampak para pesertanya sangat menikmati dan tidak ada jarak.

Menurut Ketua PCNU Kota Kediri, KH Abu Bakar Abdul Jalil menjelaskan, liwetan ciri khas cara makan santri di pondok pesantren, itu merupakan kegiatan yang digelar sebagai wujud rasa syukur dalam rangkaian peringatan Hari Santri yang digelar PCNU Kota Kediri.

Makanan yang disantap merupakan hasil masakan sendiri. Dengan maksud santri belajar untuk mandiri, diharapkan ke depannya santri saat di tengah masyarakat juga bisa mandiri.

Selain itu Liwetan dimaksudkan menjaga silaturahmi dan kebersamaan makan dalam satu wadah. Dalam satu wadah ada 4 sampai 5 orang santri yang makan bersama.

"Liwetan ini dimaksudkan agar rasa kebersamaan dan persamaan derajat antara satu santri dan lainnya tidak ada bedanya. Namun saling menghormati. Liwetan juga sebagai pembelajaran untuk proses sabar. Karena saat santri memasak nasi liwet butuh waktu lama sehingga butuh kesabaran," jelas Gus Ab, Minggu (7/11/2021).

Sementara panitia kegiatan, Nur Muhyar menjelaskan, PCNU dan pondok pesantren di Kota Kediri menggelar peringatan Hari Santri Nasional.

"Ini merupakan akhir dari rangkaian kegiatan Hari Santri 2021 dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Kami merasa sangat bersyukur dan berterima kasih kepada para Kiai dan Pengasuh Ponpes selama masa Pandemi COVID-19 ikut menjaga dan memberikan sosialisasi protokol kesehatan kepada para santri dan masyarakat. Selain itu, pondok pesantren juga aktif mengikuti kegiatan vaksinasi bersama masyarakat serta melakukan bakti sosial, kami akhiri dengan tradisi makan Nasi Liwet bersama," pungkas Nur Muhyar.

(fat/fat)