Hutan Jadi Lahan Sayur Diduga Jadi Penyebab Utama Banjir Bandang di Kota Batu

Muhammad Aminudin - detikNews
Sabtu, 06 Nov 2021 21:02 WIB
alih fungsi hutan
Areal hutan beralih fungsi jadi lahan sayuran (Foto: Dok. ProFauna Indonesia)
Kota Batu - Banjir bandang di Kota Batu memakan tujuh korban jiwa. Alih fungsi hutan menjadi lahan pertanian diduga menjadi faktor utama terjadinya banjir.

Protection of Forest & Fauna atau ProFauna Indonesia menyusuri kawasan hutan lindung di lereng Gunung Arjuno pasca banjir bandang terjadi.

Ditemukan kawasan hutan lindung atau hutan produksi yang telah beralih fungsi menjadi lahan pertanian sayur. Struktur tanah tak menjadi kuat saat hujan deras terjadi. Akibatnya titik longsor banyak ditemukan, materialnya terbawa air hujan menuju hilir sungai.

"Saat tim melakukan pemetaan, banyak menemukan titik longsor. Di atasnya ternyata lahan pertanian sayur, padahal dulu hutan lindung dan hutan produksi," terang Ketua ProFauna Indonesia, Rosek Nursahid kepada detikcom, Sabtu (6/11/2021).

alih fungsi hutanLahan sayur mendominasi kawasan hutan (Foto: Dok. ProFauna Indonesia)

Dari hasil olah TKP itu, lanjut Rosek hutan yang menjadi lahan sayur otomatis membuat struktur tanah tak terikat dengan baik. Selain resapan air tak lagi sempurna. Sehingga ketika hujan turun, air menyapu permukaan tanah dan bisa mengakibatkan longsor.

"Jika tetap sebagai fungsinya, yakni hutan lindung atau hutan produksi. Akar pohon akan kuat mengikat tanah, dan bisa menjadi resapan air," terangnya.

"Dan hasil penelusuran kami, 90 persen hutan lindung di lereng Gunung Arjuno telah beralih fungsi menjadi lahan pertanian sayur," sambungnya.

ProFauna juga melihat adanya pembukaan lahan secara besar-besaran untuk lahan sayuran. Kondisi ini sangat mengkhawatirkan, apalagi banyak pohon tumbang setelah mati akibat bencana kebakaran hutan 2019 lalu di lereng Gunung Arjuno.

Rosek berharap, banjir bandang terjadi Kamis (4/11/2021), lalu bisa membuka mata hati pemerintah dan penduduk untuk menghentikan alih fungsi hutan menjadi lahan pertanian dan wisata. Rehabilitasi kawasan hutan harus segera dilakukan. Dengan mengajak masyarakat atau petani menanam buah-buahan.

"Pemerintah harus bertindak dengan mengajak masyarakat menanam buah. Misalnya alpukat, manggis, duren, atau nangka, dengan pohonnya yang memiliki akar yang kuat," harap Rosek.

Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso mengaku, bersama tim tanggap darurat akan melakukan investigasi untuk menemukan persoalan utama penyebab banjir bandang kemarin.

"Kami akan lakukan investigasi, faktor utamanya apa. Bu Wali bersama Pimpinan DPRD sudah dipanggil oleh Kementerian ATR soal RTRW dan RDTK. Nantinya itu akan menjadi panduan penataan kawasan dan justru melindungi dan mencegah bencana alam," kata Punjul.

Simak video 'Korban Banjir Bandang Batu Bertambah Jadi 6 Orang':

[Gambas:Video 20detik]



(iwd/iwd)