Menelusuri Aliran Sungai Tempat Banjir Bandang di Kota Batu Berawal

Muhammad Aminudin - detikNews
Sabtu, 06 Nov 2021 19:42 WIB
menelusuri Kalimati
Tim ProFauna menelusuri Kalimati tempat banjir bandang berawal (Foto: Dok. ProFauna)
Kota Batu -

Benar kata warga jika sungai terjadinya banjir bandang disebut Kali Mati. Disebut Kali Mati karena airnya tak pernah mengalir layaknya sungai biasanya.

Hal itu juga dibuktikan dari penelusuran ProFauna Indonesia ke hulu sungai, pasca-banjir bandang terjadi. Ketua ProFauna Indonesia, Rosek Nursahid mengatakan dua hari ini ada tim yang diterjunkan menelusuri aliran sungai, tempat terjadinya banjir bandang.

Tim melakukan pemetaan dimulai dari Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, menuju hulu sungai yang berada di lereng Gunung Arjuno. Dengan berjalan kaki, tim akhirnya sampai ke hulu sungai. Dimana, ditemukan tak ada air mengalir di sana.

"Jadi itu sungai mati, di hulu tidak ada air. Jaraknya lebih dari 2 kilometer dari titik terdampak (Bulukerto), kami lagi melakukan pemetaan," ujar Rosek berbincang dengan detikcom, Sabtu (6/11/2021).

Pemetaan yang dilakukan adalah, mencatat alur dari air bah yang mengakibatkan banjir bandang. Termasuk titik longsor di sepanjang aliran sungai.

"Tim lagi mencatat dari mana air bah, termasuk titik-titik longsor sampai di hulu sungai. Dua hari ini, kita di lapangan," ungkapnya.

Rosek menjelaskan, bahwa sungai dimana terjadi banjir bandang sebenarnya tak mengalir air atau tidak ada airnya.

"Itu kan namanya Pusung Lading wilayah Bulukerto, lokasinya berada diatas Gunung Pucung persis di bawahnya area terdampak banjir bandang cukup parah," jelasnya.

Sungai kecil di Pusung Lading tersebut, merupakan sungai kering. Hanya saat hujan deras saja, air mengalir menuju hilir.

Rosek menambahkan, selama penelusuran tim menemukan beberapa titik longsor. Saat tim menaiki titik longsor, ternyata ada lahan terbuka yang ditanami sayur.

Simak video 'Bertambah! Korban Tewas Banjir Bandang di Kota Batu Jadi 7 Orang':

[Gambas:Video 20detik]