Round-up

Berharap Keajaiban untuk 3 Korban Banjir Bandang Kota Batu yang Belum Ditemukan

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 06 Nov 2021 10:39 WIB
Foto udara Tim SAR gabungan bersama relawan dan warga membersihkan endapan lumpur saat pencarian korban akibat banjir bandang di Bulukerto, Kota Batu, Jawa Timur, Jumat (5/11/2021). Berdasarkan laporan sementara dari BPBD Kota Batu hingga hari kedua pencarian korban banjir bandang, tim SAR berhasil menemukan enam jenazah korban dan tiga korban masih dalam proses pencarian. ANTARA FOTO/Zabur Karuru/aww.
Potret pencarian korban banjir bandang Kota Batu dari udara/Foto: ANTARA FOTO/ZABUR KARURU
Surabaya -

Sebanyak 142 warga Kota Batu mengungsi karena tempat tinggal mereka rusak diterjang banjir bandang. Sementara tiga warga yang dilaporkan hilang belum ditemukan.

Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso mengatakan, 10 di antaranya mengungsi di Gedung Kesenian Bulukerto, Kecamatan Bumiaji. Sebagian besar warga mengungsi di rumah kerabat masing-masing.

"Sebanyak 142 jiwa itu mengungsi di rumah saudara, kerabat dan keluarganya, karena di Bulukerto ini masih kental kekerabatan dan kekeluargaannya. Yang jelas ada 10 orang yang mengungsi di Gedung Kesenian Bumiaji," kata Punjul saat ditemui di Posko BPBD Kota Batu, Jalan Raya Punten, Jumat (5/11/2021).

Punjul mengatakan, warga mengungsi karena untuk sementara tempat tinggal mereka tak bisa ditempati. Proses pembersihan material banjir bandang terus dilakukan.

"Kami mengimbau agar masyarakat yang terdampak bisa tenang, terutama anggota keluarga yang kini belum ditemukan. Data terakhir, masih ada tiga warga masih dalam pencarian," terangnya.

Pemerintah Kota Batu telah menetapkan status tanggap darurat bencana. Dengan begitu tim penanganan bencana tengah dibentuk, untuk mempercepat proses pemulihan pascabanjir bandang.

Tercatat ada enam titik paling parah terdampak banjir. Sebagian besar berada di Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji.

"Kami sudah menetapkan status tanggap bencana, dengan begitu tim penanganan dan pemulihan tengah dibentuk saat ini," terangnya.

Nantinya tim tersebut, kata Punjul, terdiri dari berbagai unsur seperti Palang Merah Indonesia (PMI), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), relawan hingga personel TNI-Polri.

"Setelah selesai maka kami komunikasikan tim itu untuk turun lapangan. Untuk hari ini kami sudah memonitor dari bapak-bapak TNI-Polri, relawan PMI, Pramuka BPBD dan Tagana laporan-laporan masuk setiap saat kita tunggu," katanya.

Simak video 'Korban Banjir Bandang Batu Bertambah Jadi 6 Orang':

[Gambas:Video 20detik]