Rumah yang Dihuni Orang dengan Gangguan Jiwa di Kota Malang Ambruk

Muhammad Aminudin - detikNews
Rabu, 03 Nov 2021 15:59 WIB
Rumah kontrakan di Jalan Kawi IV, Kecamatan Klojen, Kota Malang ambruk. Beruntung penghuni rumah selamat dalam peristiwa itu.
Rumah yang ambruk/Foto: Muhammad Aminudin/detikcom
Malang -

Rumah di Jalan Kawi IV, Kecamatan Klojen, Kota Malang ambruk. Beruntung penghuni rumah selamat dalam peristiwa itu.

Atap rumah berbahan kayu roboh dan nyaris menimpa penghuni rumah. Satu petak rumah itu dihuni oleh dua keluarga. Sementara bangunan yang roboh berada di bagian barat hingga ke belakang.

Kondisi rumah memang sudah tak layak huni, sebagian besar bangunan rumah sudah lapuk. Kondisi ini diperparah dengan hujan deras yang mengguyur Kota Malang beberapa hari terakhir.

"Kejadiannya (rumah ambruk) tadi pagi sekitar pukul 07.30 WIB. Di dalam rumah itu ada satu orang perempuan bernama Mbak Nurul," ujar Ketua RT 01, RW 10, Kelurahan Kauman, Reny Tei Anggraini kepada wartawan di lokasi, Rabu (3/11/2021).

Sebelum rumah ambruk, kata Reny, terdengar bunyi retakan kayu. Maka ketika ada suara seperti bangunan roboh, dia sudah menyangka, rumah yang roboh itu rumah yang dihuni dua orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), bernama Nurul Komariah (48) dan Ahmad Taufan (55).

"Waktu itu bunyi, saat saya membersihkan rumah itu bunyi kretek-kretek, langsung brak, makanya saya teriak-teriak. Sudah menyangka (yang roboh rumah itu) karena sudah dari awal sudah miring, nggak memungkinkan, nggak layak huni," terangnya.

Menurut Reny, selain dua ODGJ, rumah tersebut juga disekat dan dihuni satu kepala keluarga lain bernama Sofian Marsudi, di sisi timurnya. Karena kejadian ini, seluruh penghuni rumah dievakuasi. Rumah tak bisa ditempati kembali.

"Sudah dievakuasi semua alhamdulillah selamat. Tapi ini nggak boleh ditempati dulu," katanya.

Reny mengatakan, rumah yang ambruk ini milik Joni yang kini tinggal di Sukabumi, Jawa Barat. Kedua penghuni diminta menempati tanpa ditarik biaya.

"Rumahnya yang punya orang kaya, miliarder. Jadi rumah ini memang nggak diurus, tapi kan ada adiknya itu yang punya Pak Irfan di atas. Memang nggak mau tahu Mas itu juga nggak bayar, disuruh nempati saja," jelasnya.