Kemnaker Sidak Campuspedia Soal Viral Gaji dan Denda Anak Magang

Kemnaker Sidak Campuspedia Soal Viral Gaji dan Denda Anak Magang

Esti Widiyana - detikNews
Senin, 01 Nov 2021 20:37 WIB
Surabaya -

Kementerian Ketenagakerjaan melakukan sidak di Campusmedia di Koridor Coworking Space di Siola lantai 3 Surabaya. Sidak dilakukan terkait viralnya Campuspedia yang menggaji anak magang Rp 100 ribu dan mendenda Rp 500 ribu jika resign.

Sidak dilakukan oleh Direktur Bina Penyelenggaraan Pelatihan Vokasi dan Pemagangan, Ditjen Binalavotas dan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Binwasnaker dan K3). Mereka ingin memastikan apakah ada atau tidak dugaan pelanggaran aturan terkait pemagangan.

Sebab, Kemenaker memiliki tugas mengawasi perusahaan yang ingin memanfaatkan kata 'magang' dengan memberi gaji murah. Dalam arti, perusahaan mempekerjakan pencari kerja tapi dilabeli magang.

Ternyata dipastikan bahwa Campuspedia tidak masuk ranah tersebut, karena yang magang berstatus mahasiswa yang memang tidak wajib untuk diberikan uang saku, karena tujuan utama magang adalah sebagai prasyarat kelulusan pendidikan. Namun, pihaknya juga menerima pembenaran jika pemagang diberi gaji Rp 100 ribu dan denda Rp 500 ribu jika mundur di tengah jalan.

kemnaker sidak campuspediaFoto: Dok. Kemnaker

"Dari penjelasan CEO Campuspedia, saudara Akbar Maulana, kita mendapatkan informasi bahwa memang benar apa yang beredar sebagaimana diinformasikan, tapi hal yang berkaitan dengan denda 500 ribu itu memang diakui pernah terjadi seperti itu," kata Direktur Pemagangan Ali Hapsah kepada wartawan, Senin (1/11/2021).

Akan tetapi, kata Ali, dari Campuspedia sendiri sedang proses mengembalikan uang resign kepada mantan pemagang. Namun, tidak semua pemagang yang resign membayar denda, ada yang membayar Rp 100 ribu hingga tidak membayar sama sekali.

Ali menjelaskan jika pemagang di Campuspedia ini merupakan mahasiswa untuk meningkatkan kompetensinya. Pemagang sendiri dijalani oleh orang yang mencari ilmu, dan mahasiswa yang tidak terkait dengan perhatian (concern) Kementerian Ketenagakerjaan.