Sektor MICE Banyuwangi Mulai Pulih, HIPMI: Ekonomi Menggeliat

Ardian Fanani - detikNews
Minggu, 31 Okt 2021 23:32 WIB
Banyuwangi menerapkan PPKM level 2 sejak September 2021. Sektor pariwisata pun diperbolehkan buka secara bertahap dan terbatas.
Puncak peringatan Hari Aksara Internasional di Banyuwangi/Foto: Ardian Fanani/detikcom
Banyuwangi -

Banyuwangi menerapkan PPKM level 2 sejak September 2021. Sektor pariwisata pun diperbolehkan buka secara bertahap dan terbatas.

Kini, berbagai sektor penunjang pariwisata mulai menggeliat. Kegiatan meeting, incentive, conference and exhibition (MICE) mulai banyak digeber di kabupaten ujung timur Pulau Jawa tersebut.

Seperti akhir pekan lalu, di mana sejumlah aktivitas digelar di Banyuwangi. Di antaranya agenda Pemprov Jatim yang menyelenggarakan puncak peringatan Hari Aksara Internasional di Banyuwangi, diikuti perwakilan dari 38 kabupaten/kota se-Jatim. Dinas Pendidikan se-Jatim menggelar pameran produk inovasinya di salah satu hotel di Banyuwangi.

Ada pula acara pemberian penghargaan dari Kementerian Keuangan ke sejumlah kabupaten/kota di Jatim. Sebanyak 38 bupati/wali kota se-Jatim pun berkumpul di Banyuwangi, dipimpin langsung oleh Gubernur Khofifah Indar Parawansa.

Selain itu, ada sejumlah agenda lainnya dari kementerian yang menggelar acaranya di Banyuwangi. Maraknya kegiatan tersebut mendorong aktivitas ekonomi mulai tumbuh. Hunian hotel terus meningkat, bahkan sebagian terisi penuh alias 100 persen. Jasa transportasi juga banyak dipesan wisatawan serta tamu dari luar kota. Demikian pula usaha kuliner dan oleh-oleh banyak diserbu.

Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Banyuwangi, Dede Abdul Ghany, menyambut gembira mulai menggeliatnya sektor pariwisata, termasuk MICE.

"Dengan mulai dibukanya sektor pariwisata, ini mendorong wisata MICE di Banyuwangi mulai pulih. Tentu ini kabar baik bagi kita semua, ada pergerakan ekonomi yang cukup signifikan," ujar Dede kepada wartawan, Minggu (31/10/2021).

Dede menambahkan, mulai bergeliatnya sektor MICE di Banyuwangi telah menggerakkan berbagai sektor turunan. Seperti jasa transportasi, kuliner, oleh-oleh, dan sebagainya.

"Dari teman-teman pengusaha muda juga banyak menerima manfaatnya. Seperti yang membuka usaha kuliner, jasa transportasi, home stay, dan sebagainya," ujar Dede.

Dede berharap pemulihan ekonomi bisa terus berlanjut. Kuncinya ada pada penerapan protokol kesehatan dan vaksinasi yang terus dimasifkan. "Vaksinasi yang sekarang terus digencarkan oleh Pemkab Banyuwangi, TNI, Polri, dan berbagai elemen lain harus terus kita dukung karena itu akan menjadi salah satu kunci pemulihan ekonomi," ujarnya.