Kejar Aset Bupati Tantri-Suami, KPK Geledah Rumah Ketua DPD NasDem Kota Probolinggo

M Rofiq - detikNews
Kamis, 28 Okt 2021 12:55 WIB
rumah Ketua DPD Partai Nasdem didatangi KPK
KPK Geledah Rumah Ketua DPD Partai NasDem Probolinggo (Foto: M Rofiq/detikcom)
Probolinggo - KPK kembali mengobok-obok Kabupaten Probolinggo. Kali ini KPK menggeledah rumah Ketua DPD Partai NasDem Kota Probolinggo, Zulfikar Himawan. Zulfikar disebut masih kerabat Hasan Aminuddin, suami Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari.

Penggeledahan rumah di Perumahan Arum Permai, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, ini dijaga polisi bersenjatakan lengkap. Beberapa penyidik yang memakai rompi bertuliskan KPK masuk ke rumah model minimalis tersebut sekitar pukul 09.30 WIB hingga pukul 11.20 WIB. Penyidik juga tampak masuk ke mobil pribadi HRV warna hitam Nopol B 1582 WYI yang diparkir di garasi rumah tersebut.

Selama 2 jam KPK menggeledah rumah Zulfikar. Selain rumah Zulfikar Himawan, KPK juga menggeledah rumah Taufik, kontraktor langganan Hasan Aminuddin di Desa Pikatan, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo. Namun sayang petugas KPK tidak menemukan pria rekanan Pemkab Probolinggo tersebut. KPK juga mendatangi Meubel Java Furniture di Jalan Pantura Gending, namun tidak menemukan Taufik.

Menurut Purwanto, salah seorang warga yang juga penjual minuman di depan meubel Taufik bahwa sejak pukul 11.00 WIN, tampak 2 mobil datang ke lokasi dan melihat beberapa orang berpakaian rapi masuk ke dalam meubel.

Baca juga: KPK Geledah Rumah Kontraktor Langganan Bupati Probolinggo-Hasan Aminuddin

"Ada 2 mobil warna hitam, sekitar 5 orang berpakaian rapi turun dan masuk ke meubel Taufik yang juga berprofesi kontraktor. Katanya dari KPK, sepertinya Taufik tidak ada di rumah dan di tempat meubel furniturenya. Terus, 2 mobil keluar jalan ke arah timur," tegas Purwanto saat dikonfirmasi.

Hingga kini, penyidik KPK masih terus intensif melakukan pemeriksaan saksi-saksi kasus jual beli jabatan di lingkungan Pemkab Probolinggo. Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari dan suaminya anggota DPR RI Hasan Aminuddin selain ditetapkan menjadi tersangka jual beli jabatan, juga ditetapkan sebagai tersangka dugaan gratifikasi dan TPPU (Tindak Pidana Pencucian Uang).

Dari pengembangan perkara KPK telah memeriksa berbagai saksi. Salah satunya Kepala Badan Kepegawaian Kabupaten Probolinggo Hudan Syarifuddin, Sekda Probolinggo Soeparwiyono, Kepala Dinas Pemuda Olahraga, Pariwisat, dan Kebudayaan Probolinggo Sugeng Wiyanto, Kadis Tenaga Kerja Probolinggo Doddy Nur Baskoro serta saksi lainnya.

KPK mengkonfirmasi para saksi soal adanya dugaan penerimaan sejumlah uang dan kepemilikan aset Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari dan Hasan Aminuddin. KPK telah menetapkan 22 tersangka atas kasus tersebut. (fat/fat)