Korban Pencabulan Pengasuh Ponpes di Mojokerto Tambah Lagi Jadi 5 Santriwati

Enggran Eko Budianto - detikNews
Kamis, 28 Okt 2021 07:23 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Mojokerto -

Korban pencabulan pengasuh Ponpes di Mojokerto bertambah lagi. Polisi menyebut, total ada 5 santriwati yang menjadi korban dari AM (52).

"Sudah ada tambahan empat korban lagi, semuanya adalah warga Surabaya. Jadi, sekarang (korban) jadi lima orang," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko kepada detikcom, Kamis (28/10/2021).

Gatot memastikan, kelima korban adalah anak-anak perempuan yang menimba ilmu di Ponpes tersebut. Usia para santriwati bervariasi. Ada yang 14 tahun, 12 tahun, bahkan ada yang masih berusia 10 tahun.

"Para korban sudah dimintai keterangan semua melalui pemeriksaan secara khusus untuk anak-anak, ada pendampingnya," terangnya.

Ia juga menjelaskan, empat korban baru (korban tambahan) diduga dicabuli oleh tersangka AM. Hanya korban pertama, yakni gadis berusia 14 tahun 8 bulan asal Kecamatan Buduran, Sidoarjo yang diduga dicabuli sekaligus diperkosa tersangka.

"Hasil pengakuannya sementara yang empat orang ini korban pencabulan dengan cara bujuk rayulah, minta dipijatlah, macam-macam rayuannya," jelas Gatot.

Jumlah korban pencabulan dan pemerkosaan yang diduga dilakukan AM, menurut Gatot, tidak menutup kemungkinan akan terus bertambah. Para penyidik Satreskrim Polres Mojokerto mendalami kasus ini secara perlahan untuk menguak korban lainnya.

"Apakah akan bertambah atau tidak masih didalami terus. Yang jelas korban anak-anak semua, tidak mungkin kami buat seperti kasus pinjol pakai nomor hotline. Kami mengedepankan agar anak-anak tidak trauma. Makanya muncul empat ini karena kami pelan-pelan," terangnya.