119 RHU di Surabaya Diizinkan Buka, Mulai Panti Pijat hingga Diskotik

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Senin, 25 Okt 2021 18:04 WIB
Pemkot Surabaya mengizinkan Rekreasi Hiburan Umum (RHU) buka dengan menerapkan prokes ketat. Ada 119 RHU yang telah mendapat asesmen dan menandatangani pakta integritas di Kantor BPB Linmas Surabaya.
Pengarahan sebelum penandatanganan pakta integritas RHU/Foto: Istimewa
Surabaya -

Pemkot Surabaya mengizinkan Rekreasi Hiburan Umum (RHU) buka dengan menerapkan prokes ketat. Ada 119 RHU yang telah mendapat asesmen dan menandatangani pakta integritas di Kantor BPB Linmas Surabaya.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPB Linmas Surabaya, Hendry Simanjuntak mengatakan, dalam pakta integritas tersebut ada beberapa peraturan yang wajib dipatuhi oleh pemilik, pengelola dan penanggung jawab RHU. Salah satunya wajib mematuhi jam operasional yang telah ditetapkan, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

"Kalau yang buka siang seperti spa dan lain sebagainya, maksimal tutup pukul 22.00 WIB. Kalau yang buka mulai dari petang, jam operasionalnya pukul 18.00 hingga pukul 00.00 WIB," kata Hendry dalam keterangannya yang diterima detikcom, Senin (25/10/2021).

"Jadi (panti) pijat, spa, diskotik, bar, karaoke sesuai di Perwali dan pariwisata," imbuh Hendry

Selain itu, lanjut Hendry, di dalam aturan baru ada beberapa poin tambahan. Yaitu pemberian barcode untuk aplikasi PeduliLindungi. Selain itu, setiap pengunjung RHU wajib sudah divaksin. Serta pemilik RHU juga diwajibkan mencatat identitas yang tertera di KTP pengunjung.

"Pencatatan ini tujuannya supaya mempermudah Satgas COVID-19 melakukan tracing," jelas Hendry.

Maksimal pengunjung 75 persen dari kapasitas, dan harus menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP) sesuai yang telah ditetapkan oleh Pemkot Surabaya. Yang perlu dicermati oleh pemilik RHU yaitu aturan dari wali kota tentang pelanggaran prokes. Bila RHU ketahuan melanggar prokes, maka akan ditutup minimal selama 4 bulan.

"Artinya, ada Satgas COVID-19 yang mengontrol protokol kesehatannya, kalau melanggar langsung ditutup. Sesuai dengan Peraturan Wali Kota Nomor 67 Tahun 2020, tentang Penerapan Protokol Kesehatan Dalam Pencegahan dan Memutus Mata Rantai Penyebaran COVID-19 di Kota Surabaya, sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Wali Kota Nomor 10 Tahun 2021," kata Hendry.

Hendry menambahkan, setelah penandatanganan pakta integritas pada Jumat (22/10) tersebut, pemilik, pengelola dan penanggung jawab RHU diizinkan untuk membuka kembali tempat usahanya mulai kapan saja.

"Bagi yang sudah diasesmen, di kolom pakta integritas sudah ada keterangannya kapan mau mulai buka (RHU-nya). Hari ini boleh, besok boleh, atau seminggu lagi boleh," pungkas Hendry.

(sun/bdh)