Kota Kediri Waspada Pohon Tumbang Akibat Angin Kencang di Musim Hujan

Andhika Dwi - detikNews
Senin, 25 Okt 2021 17:05 WIB
Apel siaga bencana digelar di Kota Kediri. Ini untuk mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi di musim hujan.
Apel siaga bencana digelar di Kota Kediri/Foto: Andhika Dwi/detikcom
Kediri -

Apel siaga bencana digelar di Kota Kediri. Ini untuk mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi di musim hujan.

Kapolres Kediri Kota AKBP Wahyudi mengatakan, Kota Kediri memiliki potensi tinggi akan bencana di musim hujan. Seperti pohon tumbang akibat angin kencang dan luapan air hujan.

Namun pihaknya siap bersinergi dengan Pemkot Kediri dan TNI, untuk mengantisipasi ancaman tersebut. "Kami dari Polri siap akan bersinergi dan melakukan pencegahan maupun antisipasi, bahkan tindakan mitigasi bencana di Kota Kediri. Biasanya kalau Kota Kediri mungkin angin kencang, sehingga pohon tumbang, kita siap bersinergi," kata AKBP Wahyudi, Senin (25/10/2021).

Berdasarkan data dari BMKG, Kota Kediri akan memasuki musim hujan pada Bulan November. Puncaknya pada Bulan Januari hingga Februari 2022.

Bahkan dimungkinkan adanya peningkatan intensitas curah hujan. Hal ini dikarenakan adanya pengaruh badai la nina. Peningkatan curah hujan bisa 20 hingga 70 persen.

"Saya minta kepada masyarakat, dan semua pihak agar bersiap segera untuk melakukan langkah pencegahan dan mitigasi, terhadap peningkatan potensi bencana hidrometeorologi. Pelaksanaan apel ini juga menjadi bukti komitmen kita bersama, dalam rangka kesiapsiagaan menghadapi bencana alam, serta untuk memberikan bantuan secara optimal kepada masyarakat yang terdampak bencana. Namun harus tetap disesuaikan dengan protokol kesehatan, sehingga diharapkan penanganan bencana alam tidak menjadi klaster baru dalam penyebaran COVID-19," jelas Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar.

Sementara Kalaksa BPBD Kota Kediri Indun Munawaroh mengungkapkan, dalam penanganan bencana dibutuhkan kolaborasi banyak pihak. Pemkot Kediri juga melakukan edukasi kepada masyarakat melalui BPBD Kota Kediri.

Edukasi ini bertujuan agar masyarakat memahami ancaman risiko bencana yang ada di sekitar mereka. Berbagai cara edukasi dilakukan. Mulai dari sosialisasi langsung kepada masyarakat, melalui radio, hingga melalui media sosial.

"Kita selalu melakukan edukasi kepada masyarakat. Kita memaksimalkan media sosial untuk melakukan edukasi karena saat ini banyak kaum milenial aktif di media sosial. Jadi edukasi yang kita lakukan bisa sampai ke semua kalangan," pungkas Indun.

(sun/bdh)