80 Persen Wilayah Jawa Timur Terdampak Bencana Hidrometeorologi

Faiq Azmi - detikNews
Senin, 25 Okt 2021 16:10 WIB
Gubernur Khofifah di Lapangan Makodam V Brawijaya
Gubernur Khofifah di Lapangan Makodam V Brawijaya (Foto: Istimewa)
Surabaya -

80 Persen wilayah Jawa Timur berpotensi terdampak bencana hidrometeorologi. Hal ini bisa mengakibatkan rusaknya infrastruktur, rusaknya rumah, sawah dan lain-lain.

"Setiap bencana alam, dampaknya akan menambah kemiskinan bahkan hingga 50 persen. Nah Jatim ini 80 persen wilayahnya berpotensi terdampak bencana hidrometeorologi yang bisa mengakibatkan rusaknya infrastruktur, rusaknya rumah, sawah dan lain-lain," kata Gubernur Khofifah di Lapangan Makodam V Brawijaya, Senin (24/10/2021).

Khofifah menekankan, BPBD Jatim untuk terus menyiapkan langkah mitigasi bencana. Saat ini, BPBD Jatim juga telah aktif melakukan pelatihan dan pendampingan pada para relawan kampung siaga bencana dibantu oleh jajaran TNI-Polri.

"Semua langkah strategis itu harus disiapkan. Karena bencana, secara saintifik bisa diprediksi. Maka terima kasih semua jajaran TNI Polri yang telah membantu penyiapan kesiapsiagaan kita bersama," tandasnya.

Dia mengaku menghadapi bencana alam tahun 2021, jajaran Forkopimda Jatim menggelar apel pasukan dan peralatan bersama. Sesuai prediksi BMKG, musim hujan turun di bulan November 2021 hingga Januari 2022.

Puncak musim hujan diprediksi akan meningkat kapasitasnya serta berpotensi akan mendatangkan potensi bencana hidrometeorologi.

"Dengan prediksi itu, maka seluruh stakeholder seluruh pihak, harus menyiapkan kemungkinan antisipasi jelang puncak musim hujan tersebut. Karena bencana hidrometeorologi ini, seperti hujan berkapasitas tinggi berpotensi menyebabkan longsor, banjir dan seterusnya," ujar Khofifah.

Mantan Mensos RI mengaku seluruh jajaran forkopimda kini telah bersinergi dalam rangka mengantisipasi bencana alam. Di antaranya memperkuat kampung tangguh, dan juga kampung siaga bencana. Untuk kampung siaga bencana, saat ini telah disiapkan relawan agar bisa melakukan langkah-langkah komprehensif untuk menghadapi kemungkinan terburuk.

Hadir dalam apel tersebut selain Gubernur Khofifah yakni Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Suharyanto.

(fat/fat)