Safari Hari Santri ke Jatim, Gerindra Ambil Hikmah Peristiwa Resolusi Jihad

Muhajir Arifin - detikNews
Kamis, 21 Okt 2021 19:55 WIB
ahmad muzani
Amad Muzani saat meninjau vaksinasi massal di Pasuruan (Foto: Muhajir Arifin)
Pasuruan -

DPP Partai Gerindra melakukan safari Hari Santri ke Jawa Timur. Partai Gerindra ingin mengambil pelajaran dari peristiwa Resolusi Jihad.

"Alhamdulilah hari ini saya dan rombongan DPP, anggota DPR RI bisa berada di tengah masyakarat Jawa Timur. Pertama untuk silaturahmi dengan beberapa pondok pesantren dan kiai di Jawa Timur. Yang kedua dalam rangka memperingati Hari Santri yang rencananya diperingati besok 22 Oktober," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra, Ahmad Muzani, usai meninjau vaksinasi massal yang digelar Partai Gerindra Kabupaten Pasuruan, Kamis (21/10/2021).

Safari dimulai dengan berkunjung ke beberapa pondok pesantren. Kemudian akan dilanjutkan ziarah ke makam KH Hasyim Asyari di Tebuireng, Jombang, dan kunjungan ke kantor NU Kota Surabaya.

Menurut Muzani, Hari Santri merupakan peringatan dikeluarkannya Resolusi Jihad oleh KH Hasyim Asyari. Resolusi itu merupakan cikal bakal peristiwa heroik dalam sejarah, yakni peristiwa 10 November.

"10 November adalah ujian pertama Republik Indonesia setelah merdeka. Pintu gerbang Indonesia yang baru merdeka eksis atau tidak, mendapat dukungan dari rakyat atau tidak. Maka ketika penjajah akan kembali datang Kiai Hasyim mengatakan wajib hukumnya membela Proklamasi 17 Agustus dan beliau mengatakan jihad. Kata jihad kemudian diikuti dan ditaati para santri yang kemudian menimbulkan heroisme dan semangat para santri untuk membela NKRI dan terjadilah peristiwa 10 November," terang Muzani.

Muzani menegaskan pentingnya mengambil pelajaran dari kiai dan santri dalam peristiwa tersebut. Kepemimpinan seorang kiai dan ketaatan santri yang siap dan rela bertaruh nyawa demi negeri merupakan sikap yang harus diteladani.

"Ketaatan santri dan kemampuan kiai menerjemahkan masalah-masalah kemasyarakatan kemudian kebersamaan santri dan masyarakat dalam peristiwa 10 November inilah yang ingin kami contoh, ingin kami pelajari sebagai partai politik. Sehingga kami tidak keliru dalam menerjemahkan semangat, hasrat dan aspirasi masyarakat," jelasnya.

Muzani menegaskan di partai juga membutuhkan ketaatan dan loyalitas pada pemimpin.

"Di partai juga harus ada ketaatan dan loyalitas pada pemimpin. Partai kami baru 13 tahun tapi harapan masyarakat semakin tinggi. Karena itu kami harus terus belajar dari banyak peristiwa termasuk Hari Santri," pungkasnya.

(iwd/iwd)