Round-Up

Fenomena Kampung YouTuber di Bondowoso

Tim Detikcom - detikNews
Rabu, 20 Okt 2021 10:25 WIB
Kampung Youtuber di Bondowoso
Kampung YouTuber di Bondowoso (Foto file: Chuk Shatu Widarsha/detikcom)

"Baru pada tahun 2018 jerih payahnya membuahkan hasil. Ia langsung mendapatkan bayaran Rp 45 juta dari YouTube," imbuhnya.

Karena pekerjaan barunya itu memang jarang dilihat orang, Imam terus terang mengaku sempat jadi sasaran fitnah tetangga. Betapa tidak, ia yang dulunya tergolong berekonomi pas-pasan, mendadak bisa merenovasi rumah, membeli kendaraan, bahkan dapat melunasi utang-utangnya.

Namun seiring bergulirnya waktu, tanggapan orang di desanya sudah berbeda. Jika dulunya diduga melakukan hal yang tidak benar, kini mereka justru ingin tahu bagaimana menghasilkan uang dari YouTube.

Dusun Posong, Desa/Kecamatan Tapen kini bisa dibilang 'Kampung YouTuber'. Sebab, saat ini puluhan paramuda kampung itu jadi YouTuber.

Jika biasanya setamat SLTA para pemuda banyak mengadu nasib ke Bali atau Surabaya maupun kota besar lainnya, kini mereka lebih berdaya dengan lebih banyak tinggal di rumahnya. Mengelola kanal YouTube.

"YouTube ini memang cukup fenomenal. Jika dikelola dengan baik, menghasilkan rupiah. Tapi kalau salah pengelolaannya, dapat berdampak hukum, kendati juga menghasilkan uang. Jadi, terpulang ke kitanya juga. Mau memilih yang mana," pungkas Imam Januar.

Sementara salah seorang pemuda setempat, Angga, mengaku mendapatkan penghasilan rata-rata Rp 250 juta/bulan. Meski ia mengaku pada tahap awal ia hanya mendapatkan Rp 2,5 juta.

"Saat itu, ketika masuk ke mesin ATM saya jadi kaget Apakah betul rekening saya ada uangnya dari YouTube. Setelah saya pencet-pencet mesin ATM, ternyata uangnya keluar. Akhirnya saya yakin bahwa dari YouTube ini betul-betul menghasilkan uang," cerita Angga.


(fat/fat)