Ponpes di Mojokerto Ditutup Usai Pengasuhnya Diduga Cabuli-Perkosa Santriwati

Enggran Eko Budianto - detikNews
Selasa, 19 Okt 2021 18:44 WIB
Pengasuh Pesantren di Mojokerto Dilaporkan ke Polisi Diduga Cabuli Santriwati
Salah satu pengacara dari AM (52)/Foto: Enggran Eko Budianto
Mojokerto -

Ponpes di Mojokerto ditutup sementara sejak pengasuhnya dilaporkan ke polisi. Pengasuh Ponpes hafalan Al-Qur'an itu diduga mencabuli dan memerkosa santriwati yang berusia 14 tahun.

Tidak seperti pesantren pada umumnya, Ponpes ini menempati sebuah rumah di Desa Sampangagung, Kecamatan Kutorejo. Pantauan detikcom di lokasi, ponpes ini tampak sepi.

Tidak ada seorang pun di tempat ini. Pagar pondok sudah digembok, pintunya juga tertutup rapat. Banner nama pesantren pada teras bangunan juga sudah dilepas.

Warga setempat berinisial TW (21) mengatakan, Ponpes ditutup sejak Jumat (15/10). Yaitu setelah orang tua salah seorang santriwati melapor ke Polres Mojokerto, terkait pencabulan dan pemerkosaan yang diduga dilakukan AM (52), pengasuh ponpes tersebut.

Menurut dia, pengasuh Ponpes bersama keluarganya meninggalkan pondok sejak Jumat malam sekitar pukul 20.00 WIB. Semua santri juga sudah dipulangkan.

"Jumat malam tidak ada orang, santri dan keluarga (pengasuh ponpes) tidak ada. Sekitar jam 8 malam, AM dan keluarganya pergi, setelah itu sudah tidak pulang lagi," kata TW kepada wartawan di lokasi, Selasa (19/10/2021).

Ia menjelaskan, awalnya AM hanya mengajar mengaji anak-anak warga di rumahnya. Pria asal Lamongan itu mulai mendapatkan santri sekitar 6 tahun lalu. Menurut TW, semua santri berasal dari luar Mojokerto. Seperti Sidoarjo, Gresik, Lamongan dan Madura.

"Jumlah santrinya sekitar 100 orang dari luar kota semua," terangnya.

Warga berinisial Z (45) juga menuturkan, Ponpes itu mempunyai sekitar 80-100 santri. Sebagian santri ditempatkan di pondok pusat. Sebagian lainnya di Desa Simbaringin, Kecamatan Kutorejo.

"Setahu saya ini pondok hafalan Al-Qur'an. Saya dengar santrinya 80-100 orang. Usia santri mulai usia TK sampai MTs," ujarnya.