Konten 'Kampung YouTuber' di Bondowoso Didominasi Pengetahuan hingga Kuliner

Chuk Shatu Widarsha - detikNews
Selasa, 19 Okt 2021 12:36 WIB
Kampung Youtuber di Bondowoso Kini Sering Jadi Jujukan Untuk Belajar Jadi Youtuber
Imam Januar ajari kalangan pemuda untuk jadi Youtuber (Foto: Chuk Shatu Widarsha/detikcom)
Bondowoso -

Pemuda di Bondowoso banyak yang meraup keuntungan dengan konten di kanal YouTube. Warga Dusun Posong, Desa/Kecamatan Tapen mengaku untuk membuat konten menarik di medsos itu tidak harus sensasional dan bombastis.

Tak hanya itu saja. Para pemuda desa itu juga membuat konten-konten positif berisi informasi dan pengetahuan. Baik itu kuliner, wisata, komunitas, serta beberapa konten lainnya.

"Membuat konten tentang menanam padi pun, misalnya, jika dikemas dengan menarik, pasti banyak penontonnya," kata Ryan, warga Desa Tapen, saat berbincang dengan wartawan, Selasa (19/10/2021).

Menurutnya, konten apapun itu selama dikemas dengan baik dan menarik, biasanya jadi jujugan sesuai dengan isi kontennya. Dan penonton itu pasti akan subscribe dan menonton lagi.

"Contohnya, jika kita bikin konten tentang kopi, maka yang menonton pasti para penggemar kopi. Demikian komunitas lain, juga begitu (menonton lagi)," tandas Ryan.

Senada disampaikan Jamal, pemuda Desa Tapen lainnya. Dia mengaku pernah membuat konten yang sepele, cara membuat makanan agar enak dan sehat. Ternyata penontonnya juga banyak.

"Kadang saya bingung sendiri. Padahal menurut saya, biasa saja. Ternyata penontonnya malah banyak," tambah Jamal, yang mengaku saat ini mendapat rata-rata sekitar Rp 90 juta/bulan dari YouTube.

Sebelumnya, Desa/Kecamatan Tapen, Bondowoso kini bisa dibilang 'Kampung YouTuber'. Sebab, puluhan pemuda desa saat ini menjadi YouTuber. Bahakan banyak yang berhasil secara finansial.

Para pemuda desa ini tinggal sekitar 15 KM dari Kota Bondowoso tak lagi butuh merantau, setamat sekolah. Karena mereka banyak yang mencoba peruntungan dengan jadi YouTuber.

Secara materi, tak sedikit mereka yang menjadi jutawan. Memiliki mobil, motor, maupun benda berharga lainnya. Sebab dengan menjadi YouTuber, mereka berpenghasilan puluhan hingga ratusan juta rupiah per bulan.

(fat/fat)