Solar di Surabaya Langka, Sopir Truk Berburu SPBU

Esti Widiyana - detikNews
Senin, 18 Okt 2021 17:41 WIB
solar langka di surabaya
Solar langka di Surabaya (Foto: Esti Widiyana)
Surabaya -

Solar di Surabaya langka. Tak sedikit SPBU yang kehabisan solar. Para sopir truk pun berburu SPBU untuk mendapatkan solar.

Dari pantauan detikcom, stok solar di SPBU 54.601.19 Pom Bensin Krembangan Jalan Gresik, habis. SPBU yang biasanya sarat antrean truk trailer itu pun terlihat kosong dan.Truk trailer yang bisanya menjadi konsumenntya mencari SPBU lainnya untuk mendapatkan Solar.

Salah satu sopir truk dari Lamongan, Dotek Fajar, mengaku sudah kesusahan mencari solar sejak pekan lalu. Ia pun harus ke sana kemari berburu solar. Hari ini, ia mendapatkan solar di SPBU Jalan Ikan Dorang.

"Solar susah sejak Kamis, dapetnya di Pom Ikan Dorang. Margomulyo, Kalianak, Simo itu jarang ada solar. Perak malah gak ada sama sekali solar. Yang ada di Pom PPI, Ikan Dorang," kata Dotek kepada detikcom, Senin (18/10/2021).

solar langka di surabayaSopir truk berburu SPBU yang masih menyediakan solar (Foto: Esti Widiyana)

Sama halnya dengan Arifin, supir sebuah perusahaan ekspedisi di Demak.Sudah dua hari ini ia kesulitan mencari solar. Beruntungnya, hari ini ia langsung mendapatkan solar di SPBU 54 601.20 Krembangan

"Kadang-kadang sulit, kadang-kadang enggak. Sulit sejak 2 hari yang lalu. Nyampek sini langsung dapet. Biasanya hari biasa normal, sekarang susah," ujarnya.

Sementara Fajar Adi Kurniawan Supervisor SPBU 5460119 SPBU Krembangan Jalan Gresik mengatakan kosongnya solar di SPBU-nya sejak 3 hari yang lalu. Hal ini dikarenakan jatah solar yang dikurangi oleh Pertamina.

"Sejak 3 hari yang lalu. Pertama karena pengirimannya telat dan jatah solarnya dikurangi. Katanya kebijakan dari pertamina. Jadi seminggu cuma dapat sekali terus kebetulan rame di sini, jadi cepat habisnya. Jatahnya 8 ton, langsung habis karena ramai," jelas Fajar.

Akibatnya, lanjut Fajar, banyak sopir truk yang kecele karena kosongnya solar. Solar rencananya akan kembali dikirim pada akhir pekan ini.

"Lumayan banyak yang kecele pas habis. Per hari bisa menghabiskan 1 ton kalau ga rame, kalau rame bisa sampai 3-4 ton. Jatah lagi Sabtu besok, semoga ini normal lagi," pungkas Fajar.

(iwd/iwd)