Cegah Kluster Sekolah, Pelajar di Surabaya Wajib Swab 2 Minggu Sekali

Amir Baihaqi - detikNews
Minggu, 17 Okt 2021 12:42 WIB
Sejumlah sekolah di Surabaya melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM). Selain kenakan seragam, ada pula siswa yang kenakan baju bebas di hari pertama PTM.
Ilustrasi (Foto: Esti Widiyana/Detikcom)
Surabaya -

Pelajar di Surabaya yang akan melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) dites swab rutin. Itu dilakukan untuk mencegah kluster COVID-19 di lingkungan sekolah.

Kadinkes Pemkot Surabaya Febria Rachmanita menjelaskan tes swab rutin akan dikenakan mulai pelajar dari jenjang SD hingga SMA dan sederajat. Sedangkan pelaksanaannya bisa dilakukan tiap 2 minggu atau satu bulan sekali.

"Kita akan melakukan swab test secara rutin untuk para pelajar SD, SMP, SMA/SMK di Kota Surabaya. Untuk pelaksanaannya minimal 2 minggu hingga satu bulan sekali, apabila PTM sudah dibuka," jelas Febria, Minggu (17/10/2021).

Sedangkan pelaksanaannya tes swab, Dinkes Surabaya akan menggunakan fasilitas dan tenaga kesehatan (nakes) dari puskesmas setempat. "Untuk layanan fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan kami ambil dari Puskesmas yang terdekat dengan sekolah tersebut," terang perempuan yang akrab disapa Fenny itu.

Feny juga meminta agar setiap sekolah memasang QR code PeduliLindungi di setiap pintu masuk. Hal ini untuk memudahkan Dinkes melakukan tracing, apabila terdapat pelajar yang terpapar COVID-19.

"Saya meminta untuk memasang QR code aplikasi PeduliLindungi di setiap sekolah di Kota Surabaya, supaya orang tua paham tentang pentingnya melakukan vaksinasi," katanya.

"Kalaupun ada yang tertular, kita bisa mencari atau melakukan tracing dari mana dia tertular. Misalnya, seperti kemarin ada yang positif COVID-19, ternyata terpaparnya bukan di sekolah tetapi di luar sekolah," imbuh Fenny.

Dikatakan Fenny, capaian vaksinasi pelajar di Surabaya per 15 Oktober 2021, untuk tingkat SD dan sederajat dosis satu sudah mencapai 78,86 persen dan dosis dua mencapai 36,05 persen. Sedangkan capaian vaksin pelajar tingkat SMP dan sederajat dosis satu mencapai 77,13 persen, serta dosis dua mencapai 57,90 persen.

(fat/fat)